Akui Penegakkan Perda Pengelolaan Limbah Plastik Lemah, Dinas LH Tanjabtim Jambi Ungkap Alasannya

Penegakkan perda terkait sampah plastik yang diatur dalam perda dan UU No. 18 tahun 2008 dan perda No 20 tahun 2013 masih belum maksimal

Akui Penegakkan Perda Pengelolaan Limbah Plastik Lemah, Dinas LH Tanjabtim Jambi Ungkap Alasannya
TRIBUNJAMBI/ABDULLAH USMAN
Tempat sampah yang ada di Tanjabtim 

Akui Penegakkan Perda Pengelolaan Limbah Plastik Lemah, Dinas LH Tanjabtim Jambi Ungkap Alasannya

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Penegakkan perda terkait sampah plastik yang diatur dalam perda dan UU No. 18 tahun 2008 dan perda No 20 tahun 2013 masih belum maksimal.

Terkait UU tersebut, diamanatkan dalam perda no 20 tahun 2013 tentang pengolahan sampah, terkait pembatasan penggunaan sampah plastik sesuai perda di Kabupaten tanjab timur.

Dimana saat ini 70 persen sampah didominasi sampah organik dan sisanya sampah non organik organik termasuk plastik.

“Dari 11 Kecamatan baru 6 kecamatan yang sudah dilayani. Sisanya belum maksimal karena lokasi dan tidak terjangkau untuk efektif. Kendala dalam penegakan perda terkait sampah plastik sendiri, tidak bisa efektif karena tidak ada pertokoan besar hanya toko kecil sehingga masih kesulitan untuk penegakan perda,” ujar Kabid Pengolahan Sampah Dinas LH Tanjab Timur Al Fajri keoada tribunjambi.com.

Untuk diketahui, produksi sampah di Kabupaten Tanjab Timur, pada tahun 2018 berdasarkan data potensi timbulan sampah sebanyak 39.847 ton per tahun. Jumlah tersebut dihitung dari jumlah penduduk.

Dimana dari jumlah tersebut untuk sampah plastik berjumlah 7,88 persen dari jumlah total tersebut.

Salah satu solusi untuk menghindari penggunaan kantong plastik diantaranya, diantaranya dengan menyarankan penjual untuk bekerja sama dengan pengelola sampah plastik (pengrajin) yang mengubah sampah plastik menjadi kantong dan bahan lainnya yang ramah lingkungan.

Seperti pengolahan sampah yang ada tanjab timur diantaranya di geragai, Mendahara ulu dan beberapa Kecamatan lainnya, dengan total ada Lima Titik (kelompok) pengrajin tersebar di beberapa kecamatan.

Sementara itu dinas Perdagangan Kabupaten Tanjung Jabung timur, melalui Kabid perdagangan Awaluddin mengatakan, pihaknya hanya bisa menghimbau masyarakat untuk membawa plastik atau kantong sendiri saat belanja di pasar.

Namun untuk di penerapan Perda terkait kantong plastik sendiri memang belum maksimal, ditambah saat ini masih sedikit dijumpai toko toko besar seperti dikota kota besar pada umumnya yang banyak dijumpai swalayan.

“ Terkait perda tersebut, saat ini memang belum ada eksennya mungkin nanti akan dilakukan rapat bersama terlebih dahulu. Pasalnya untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih belum bisa maksimal terkait perda tersebut,” tuturnya. (TRIBUNJAMBI/Abdullah Usman)

Baca: Live Indosiar, Link Streaming Timnas U-23 Indonesia Vs Bali United Sore Ini Nonton TV Online di HP

Baca: Mertua Baru Tiba, Ashanty Malah Cekcok dengan Ibu Anang Hermansyah, Ashanty: Iya lah, Sombong!

Baca: Baca Aturan Main Debat Cawapres 2019 Nanti Malam, Jelang Debat Ini Persiapan Maruf Amin dan Sandiaga

Baca: Download Lagu MP3 Trending Top di Joox Terbaru 2019, Ada Lagu Indonesia hingga Barat Terbaik

Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved