Delapan Kali Kebakaran di Kota Jambi, Maulana Ingin Ada Kolaborasi Antar Pemerintah Atasi Kebakaran

Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan, juga berdampak pada semakin tingginya tingkat kebakaran.

Delapan Kali Kebakaran di Kota Jambi, Maulana Ingin Ada Kolaborasi Antar Pemerintah Atasi Kebakaran
Tribun Jambi/Zulkifli
Kebakaran di MAN 2 Kota Jambi pada Sabtu (9/3) dinihari menghanguskan dua ruangan laboratorium TIK dan ratusan unit komputer di dalamnya. 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pembangunan di wilayah perkotaan, juga berdampak pada semakin tingginya tingkat kebakaran.

Wakil Walikota Jambi Maulana mengatakan, pemadam kebakaran perlu ditingkatkan kelembagaannya, juga dari segi peralatan, agar dapat bertindak secara optimal.

Dengan semangat ulang tahun yang ke 100 Damkar 2019 ini, pemerintah provinsi dan kota secara bersama-sama akan menguatkan kelembagaannya, meningkatkan kompetensi SDM dan kualitas sarana prasarananya.

"Paling penting saat ini adalah menggunakan teknologi informasi, dalam hal akses dari masyarakat terhadap pelayanan kita yang ada di seluruh wilayah. Kita harus paham bagaimana pemadam kebakaran dan penyelamatan sebagai tugas kemanusiaan itu tidak mengenal batas wilayah. Ini harus didasari oleh payung hukum kerjasama antar kepala daerah yang bertetangga, karena kita tahu bahwa bencana yang terjadi di titik yang lebih dekat dengan kabupaten atau kota yang lain, sementara tupoksinya tentu bedakan, tapi ini tidak boleh," ujar Maulana.

Baca: Pengamat: Sandiaga Uno diprediksi Akan Ungguli Maruf Amin Debat Pilpres 2019 Besok, Minggu 17 Maret

Baca: Beredar Video Pria Asal Banyumas Mengejek, dan Menantang Ustaz Abdul Somad Dialog

Baca: BPBD Jambi Temukan 11 Titik Hotspot, Tujuh Kabupaten di Jambi Ini Disebut Rawan Karhutla

Baca: VIDEO: Di Pengadilan Christchurch, Brenton Tarrant Sempat Beri Kode pada Kelompoknya, Ini Artinya

Baca: Kepala BNPB dan BRG Pusat Turun ke Jambi, Rapat Koordinasi Pencegahan Karhutla

Kata Maulana, jangan menjadi pembatas menolong sesama manusia. Namun dirinya juga menegaskan diperlukannya payung hukum yaitu kerjasama daerah, ini yang bentuk semangat kerjasama kolaborasi antar pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

"Kita juga menyadari bahwasanya, letak geografis suatu daerah berbeda-beda yang mana tingkat terjadi kebakaran di suatu daerah mungkin ada yang tinggi atau rendah intensitasnya,” katanya.

Kata dia, di Kota Jambi sampai saat ini telah terjadi kebakaran sebanyak 8 kasus. Ini dikarenakan Kota Jambi sebagai pusat kegiatan pemerintahan, perdagangan, hiburan, pemukiman, pelayanan, transportasi dan lain sebagainya di Provinsi Jambi.

Sebagai tolok ukur lembaga yang menangani kebakaran maupun bencana lainnya khususnya di Kota Jambi, dengan didukung penuh oleh sarana dan prasarana yang terkenal lebih tinggi serta personel pemadam kebakaran dan penyelamatan yang terampil dan terlatih. Maulana mengharapkan nantinya dapat bertindak proporsional di lapangan dalam tugas pemadam kebakaran dan penyelamatan serta penanggulangan bencana lainnya.

"Sebagaimana moto pemadam kebakaran, pantang pulang sebelum padam walaupun nyawa taruhannya," pungkas Maulana. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved