Badai Matahari Diprediksi Terjadi Besok, Dosen ITB Dhani Herdiwijaya Ungkap Dampak Bagi Manusia
Badai Matahari Diprediksi Terjadi Besok, Dosen ITB Dhani Herdiwijaya Ungkap Dampak Negatif Bagi Manusia. Sinyal ponsel dan TV digital bisa hilang
Penulis: Suang Sitanggang | Editor: Suang Sitanggang
TRIBUNJAMBI.COM - Masyarakat sedang penasaran dengan badai matahari yang diprediksi akan terjadi pada Jumat 15 Maret 2019, sebagaimana peringatan dari Met Office, instansi yang memberi layanan cuaca di Inggris.
Disebutkan, ahwa dampak dari badai matahari bisa melumpuhkan sinyal ponsel, tangkapan TV digital, akurasi GPS, dan yang lainnya.
Beberapa hari sebelum prediksi badai matahari itu terjadi, Dr Dhani Herdiwijaya MSc dalam kuliah umum Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam Institut Teknologi Bandung (ITB) juga membahas soal badai matahari.
Kuliah umum itu diadakan di Auditorium CC Timur ITB, Kampus Ganesha, dilansir Tribun Jambi dari laman webstite ITB.
Baca: Besok Badai Matahari Menuju Bumi - Waspada Ganggu Sinyal GPS, Ponsel dan Matikan Listrik
Baca: Bakal Ada Badai Matahari 15 Maret 2019, Ini Dampak yang Bisa Terjadi, 2700 Tahun Pernah Sampai Bumi
Pada laman ITM dituliskan, Dhani Herdiwijaya menyampaikan kuliah umum dengan judul "Cuaca Antariksa dan Dampaknya terhadap Teknologi dan Kesehatan".
Ia menyampaikan materi itu seiring kemajuan teknologi dan rasa penasaran manusia yang amat tinggi, dan penelitian mengenai iklim dan cuaca di antariksa sudah banyak dilakukan.
Menurut Dhani Herdiwijaya, sejarah mencatat pernah terjadi peristiwa besar yang sangat merugikan ketika badai matahari terjadi di antariksa.
"Ini terjadi di Inggris, listrik dan telekomunikasi terputus, saat itu mereka masih bingung penyebabnya," ungkap Dhani Herdiwijaya.
"Tetapi akhirnya sadar bahwa sebabnya bukan berasal dari bumi melainkan di luar bumi, yaitu badai matahari," katanya.
Peristiwa tersebut memiliki dampak luas. Hal itulah yang mengawali keseriusan manusia dalam memahami cuaca di antariksa.
Para peneliti memang baru saja menemukan bukti adanya badai matahari dahsyat yang pernah terjadi sekitar 2.679 tahun yang lalu.
Menurut para peneliti, peristiwa purba ini bisa menjadi badai matahari terbesar yang pernah menerjang planet ini.
Temuan ini menjadi penting bagi ilmu pengetahuan.
Sebab jika sampai terjadi hal yang serupa di era modern, ledakan plasma dan radiasi elektromagnetiknya berpotensi berdampak serius pada kehidupan di Bumi.
Baca: Besok Badai Matahari Menuju Bumi - Waspada Ganggu Sinyal GPS, Ponsel dan Matikan Listrik
Baca: Bakal Ada Badai Matahari 15 Maret 2019, Ini Dampak yang Bisa Terjadi, 2700 Tahun Pernah Sampai Bumi
Sinyal radio dan komunikasi satelit terganggu, jaringan listrik tak aktif, dan seluruh sistem modern bakal rusak, mulai perbankan hingga transportasi.
Hal itu diungkapkan Raimund Muscheler, salah satu peneliti Lund University di Swedia.