7 Saksi Dihadirkan untuk Ungkap Dugaan Korupsi SMK Lukman Al Hakim Tanjab Barat

Kasus dugaan korupsi SMK Lukman Al Hakim Tanjung Jabung Barat, 7 orang saksi dihadirkan pada persidangan, pada Rabu (13/3).

7 Saksi Dihadirkan untuk Ungkap Dugaan Korupsi SMK Lukman Al Hakim Tanjab Barat
Tribunjambi/Jaka HB
Hakim Dedi Muchti Nugroho menanyakan prosedur verifikasi kementrian pendidikan dan kebudayaan di pengadilan negeri Jambi, pada Rabu (13/3). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan korupsi SMK Lukman Al Hakim Tanjung Jabung Barat, 7 orang saksi dihadirkan pada persidangan, pada Rabu (13/3).

Lima orang sebagai tukang bangunan yaitu Ayub Bharta, Zainul Arifin, Jumadi, Rizkianto dan Ambo acok. Selain itu Putri Cahyani dari Kementrian Pendidikan, Muhammad Soleh selalu PPK.

Sebelumnya diketahui Sumono selaku Kepala Sekolah SMK Lukman Al Hakim, Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat diduga melakukan korupsipembangunan unit sekolah.

Dugaan korupsi ini menyebabkan kerugian negara Rp 388 juta.

Baca: Cair, Bupati Masnah Serahkan Bonus untuk Atlet Muarojambi

Baca: Tak Terima Calegnya Dicoret dari DCT, Demokrat Lakukan Kajian Mendetail

Baca: VIDEO: KPUD Bungo Lelang 2265 Kotak Suara Alumunium

Baca: Dugaan Korupsi PDAM Batanghari, Musdar Dituntut 3,5 Tahun dan Uang Pengganti Rp 2,043 Miliar

Pada sidang sebelumnya ada panggilan saksi dari mantan Kepala Dinas Pendidikan Tanjabbar, Wahidin. Dia menjawab berbeda-beda saat ditanya perencanaan pembangunan SMK Lukman Al Hakim, pada Rabu (6/3) lalu di Ruang Sidang Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Jambi.

Pasalnya ketika ditanya apakah Wahidin memantau, dirinya mengatakan tidak memantau secara detail. Baik perencanaan maupun bangunan fisik.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved