Titik Pembangunan Tol Sekayu-Jambi yang Melintasi Muarojambi Belum Jelas

Diperkirakan 30-40 kilometer dari total 168 kilomter panjang Tol Sekayu-Jambi akan melintasi wilayah Kabupaten Muarojambi.

Titik Pembangunan Tol Sekayu-Jambi yang Melintasi Muarojambi Belum Jelas
Tribunjambi/Samsul Bahri
Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup, Refriandi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Perkembangan rencana pembangunan Tol Sekayu - Jambi yang turut masuk dalam wilayah Kabupaten Muarojambi masih dalam tahap pengecekan lapangan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Muarojambi, Firman melalui Kepala Bidang Tata Kelola Lingkungan Hidup, Refriandi.

Ia mengatakan bahwa sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan terkait hasil dari pengecekan lapangan mengenai jalur tol tersebut. Ia mengatakan bahwa pengecekan lapangan dilakukan oleh Tim Penyusun Amdal PT Hutama Karya (BUMN).

"Masih sama dengan yang kemarin (red-berita sebelumnya) itu tim penyusun masih melakukan pengecekan di lapangan. Kita di sini hanya menunggu saja, karena ada tim penyusunnya itu dari PT Hutama Karya," ujarnya Senin (11/3).

Baca: Bakeuda Batanghari Wanti-wanti OPD yang Tak Bisa Merealisasikan Serapan Anggaran

Baca: VIDEO: Bangunan Eks Arena MTQ Provinsi Jambi Tak Seindah Dulu, Ini Penampakannya

Baca: MANUSIA Terkaya Ini Ajak 60 Ribu Pegawai Naik Haji ke Mekah: Kekayaan Rp 5.700 Triliun

Baca: Kepala BPN Muarojambi Tolak Diganti, Ini Alasannya Menolak Dimutasi ke Riau

Sebelumnya diberitakan bahwa ada delapan desa, satu kelurahan dan dua kecamatan di Kabupaten Muarojambi yang akan dilewati jalur pembangunan Tol Sekayu dengan panjang sekitar 168 kilometer.

Sementara itu, terkait dengan daerah yang dilalui terhadap pembangunan tol, Refriandi mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada kejelasan, karena pihaknya hanya sebagai anggota komisaris yang masih menunggu hasil pengecekan lapangan dari tim penyusun.

Saat ditanya, berdasarkan pemetaan awal, apakah ada kawasan hutan yang akan terkena pembangunan jalur tol, dikatakannya bahwa kemungkinan tidak ada.

"Kalo dilihat dari arah tata ruang itu tidak ada yang masuk dalam kawasan hutan. Sekarang itu titik-titiknya belum pasti, belum tau apakah ada ini ada itu, pas rapat nanti baru dijelaskan. Nah untuk sekarang kita belum tau kapan rapatnya, kita masih menunggu, karena nanti itu posisinya kita diundang," pungkasnya.

Selain itu, terhadap perkiraan panjang tol yang melewati beberapa wilayah Kabupaten Muarojambi, Refriandi mengatakan bahwa kemungkinan hanya 30-40 kilometer dari panjang pembangunan yang mencapai 168 kilometer.

"Itu palingan kita (red-wilayah Kab. Muarojambi) sekitar 30 atau 40 kilometer. Kita lihat nanti seperti apa, karena ini kan program pusat," tutupnya.

Baca: Kepala BPN Muarojambi Tolak Diganti, Ini Alasannya Menolak Dimutasi ke Riau

Baca: VIDEO: Detik-detik Desa Salua, Sigi, Diterjang Banjir Bandang, Suara Air Terdengar Bergemuruh

Baca: Ilegal Logging dan Perambahan Hutan Masih Terjadi, Ini Pengakuan Kadis Kehutanan

Baca: Galleri Foto Minggu Ini, Hal Sepele yang Punya Dampak Buruk

Penulis: syamsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved