Minim Anggaran, Banyak Cagar Budaya dan Potensi Wisata di Tanjab Timur Belum Digarap Serius

Pecahan gerabah, tembikar banyak ditemukan hampir di 11 kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur. Dispora Tanjab Timur, menyebut sebaran temuan itu merata

Minim Anggaran, Banyak Cagar Budaya dan Potensi Wisata di Tanjab Timur Belum Digarap Serius
tribunjambi/abdullah usman
Seorang warga menunjuk lokasi temuan pecahan gerabah di Tanjab Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Pecahan gerabah, tembikar banyak ditemukan hampir di 11 kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur. Dan, Dispora Tanjab Timur, menyebut sebran temuan tersebut, terbilang merata.

Dari sekian banyak temuan di Tanjab timur tersebut, belum satupun yang sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, melainkan hanya sebatas dugaan temuan. Meskipun sejatinya itu sudah merupakan temuan sisa kebudayaan peradaban.

Baca: Timbangan Tertib Ukur, akan Diberlakukan di Kabupaten Tanjab Timur, Ini Waktunya

Baca: Progres Pekerjaan Fisik Buka Jalan Baru TMMD ke 104 Kodim Kerinci Mencapai 85 Persen

Tercatat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, terdapat beberapa peninggalan budaya dan proses alami yang dapat dimanfaatkan menjadi potensi wisata.

Diantaranya, beberapa peninggalan sejarah yang telah ditemukan namun belum ditindak lanjuti seperti perahu kuno yang berada di Desa Lambur. Selanjutnya Masjid tua peninggalan sejarah yang berada di Kecamatan Berbak dan potensi wisata alami Sumber air Panas yang berada di Kecamatan Geragai.

Baca: Angel Vanessa Digerebek Asik Bercumbu dengan Pria 20 Tahun, Terkuak Hubungan Keduanya Sejak SD

Baca: Mulai Pukul 19.00 WIB, Live Streaming Semi Final All England 2019, Ahsan/Hendra Harus Juara!

Baca: Misi TNI Cari Suku Kanibal Papua, Sintong Terperangkap, Disodori Daging Merah yang Harus Dimakan

"Untuk perahu Kuno sendiri, hingga saat ini masih belum ada wacana untuk dilakukan eskafasi dan lainnya. Kendala kita ya masih ditim ahli tadi," sebut Amir, Kabid Kebudayaan Dispora Tanjab Timur.

Menurutnya, yang menjadi kendala Pemda dalam melakukan pengembangan wisata dan kebudayaan tersebut juga disebabkan minimnya anggaran. Sehingga dengan anggaran yang tidak terlalu tinggi, secara bertahap dan bergantian untuk pengembangan budaya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved