Timbangan Tertib Ukur, akan Diberlakukan di Kabupaten Tanjab Timur, Ini Waktunya

Tujuannya untuk memastikan timbangan atau alat ukur yang digunakan pedagang tersebut sudah sesuai dengan standar pengukuran.

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tahun ini, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) melalui Dinas Perindag akan memberlakukan tertib ukur, bagi pedagang dan perusahaan berkaitan dengan timbangan.

Terkait wacana tersebut, pada 19 Maret mendatang, akan dilakukan penanda tanganan prasasti Unit Metereologi Legal (UML), yang akan dilaksanakan di Gedung Sate Bandung.

Baca: Melaney Ricardo Rela Diet Demi Hotman Paris, Hingga Sosok Luna Maya di Mata Sahabat

Baca: April Mendatang, Trayek Baru ke Batam dari Kuala Tungkal Segera Beroperasi

Baca: Tips agar Tak Kehabisan Tiket Kereta Api Mudik Lebaran hingga Tips Mendapatkan Tiket Pesawat Murah

Kabid Perdagangan Disperindag Tanjab Timur, Awaludin
Kabid Perdagangan Disperindag Tanjab Timur, Awaludin (tribunjambi/abdullah usman)

Ada enam kabupaten kota yang bisa menerapkan itu ditahun ini. Satu diantaranya Kabupaten Tanjab Timur. Tujuannya untuk memastikan timbangan atau alat ukur yang digunakan pedagang tersebut sudah sesuai dengan standar pengukuran.

"Diantaranya untuk memastikan takaran, semisal di SPBU terkait ukuran atau takaran atau tera yang dikeluarkan. Selain itu juga pada timbangan sawit pada perusahaan sesuai tidak RAM pada timbangan tersebut," jelas Kabid Perdagangan Disperindag Tanjab Timur, Awaludin, kepada Tribunjambi.com.

Baca: Jadwal Liga Spanyol Pekan Ke-27, Tiga Tim Besar Tanding, Barcelona Coba Tinggalkan Atletico Madrid

Baca: Siap-siap! 5 Pemain Bakal Hengkang dari Real Madrid, Titisan Ronaldo Juga Pergi karena Alasan Ini

Lebih lanjut dikatakannya, tujuannya agar menghindari bahkan menghilangkan adanya praktek curang dengan mengelabui timbangan. Baik yang dilakukan pedagang maupun pembeli.

Untuk menjalankan program itu pihaknya masih banyak mengalami kekurangan, mulai dari sarpras hingga SDM yang menguasai bidang tersebut.

"Saat ini hanya ada satu SDM yang sudah diikatkan khusus untuk mempersiapkan itu," jelasnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved