Sekira 40 Persen Petani Tanjab Timur Beralih Profesi karena Alasan Ini, Prediksi Dinas

Petani padi misalnya, pada era 2000-an masih banyak yang bercocok tanam di lahan kosong atau tanah.

Sekira 40 Persen Petani Tanjab Timur Beralih Profesi karena Alasan Ini, Prediksi Dinas
Tribun Jambi/Abdullah Usman
Kepala Dinas Tanaman Panagan dan Hortikultura Tanjab Timur, Sunarno. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Hasil impor beras belum menguntungkan petani. Imbasnya, beberapa petani mulai beralih tanam perkebunan.

Sejak puluhan tahun lalu, masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur didominasi bekerja sebagai petani dan nelayan.

Kondisi tersebut berubah kian berkembangnya zaman.

Petani padi misalnya, pada era 2000-an masih banyak yang bercocok tanam di lahan kosong atau tanah.

Namun berbeda dengan kondisi saat ini.

Saiani (42), warga Muara Sabak Timur, menuturkan kondisi tersebut berubah sejak adanya komuditas unggulan yang lebih bernilai dan lebih menjanjikan. Seperti komoditas sawit dan pinang, yang saat ini masih menjadi tumpuan masyarakat.

"Selain dua faktor tadi, kondisi lahan untuk bercocok tanam sudah banyak yang beralih fungsi. Kalau dulu untuk mencari lahan belasan hektare untuk tanam padi masih enak. Kalau sekarang sudah jadi kebun semua," ujarnya.

Baca Juga

 Inilah 2 Kecamatan di Tanjab Timur yang Jadi Penghasil Padi Terbesar, Target Tahun Ini 83 Ribu Ton

 BUKA Tol Lampung Tembus Palembang untuk Mudik Lebaran, Presiden Jokowi Resmikan Hari Ini

 Mayat Ditaruh di Atas Bukit, Misteri Kematian Rayhan Terungkap, Dibunuh Senior Lantaran Uang

Selain itu, masuknya beras impor dengan beragam jenis, ukuran dan tarian harga juga menjadi penyebab lemahnya kemauan petani untuk kembali bercocok tanam dan lebih memilih beralih profesi ke perkebunan.

Halaman
12
Penulis: Darwin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved