Melihat Upacara Melasti, Cara Umat Hindu Bersihkan Diri Menyambut Hari Raya Nyepi

Jelang hari raya Nyepi, umat Hindu di Kota Jambi menggelar upacara Melasti. Kegiatan ini menjadi rangkaian upacara Hari Raya Nyepi.

Melihat Upacara Melasti, Cara Umat Hindu Bersihkan Diri Menyambut Hari Raya Nyepi
Tribunjambi/Rohmayana
Umat Hindu di Kota Jambi menggelar upacara Melasti. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Jelang hari raya Nyepi, umat Hindu di Kota Jambi menggelar upacara Melasti. Kegiatan ini menjadi rangkaian upacara Hari Raya Nyepi yang dilaksanakan di Pura Giri Indra lokha Pal X Kota Baru pada Rabu (6/3).

Upacara Melasti ini bertujuan untuk membersihkan segala kotoran, pikiran, serta memohon air suci kehidupan.

Sebelum melaksanakan upacara Melasti Umat Hindu mempersiapkan segala keperluan. Seperti menyiapkan beberapa sesajian persembahan (jejaritan). Jejaritan ini dihias menggunakan janur kuning yang berisi makanan-makanan, buah-buatan, roti dan lainnya.

Baca: Untung Beli De Kampoeng Urban, Ada Hadiah Kitchen Set Hingga Pompa Air

Baca: Promo Perumahan Hamenda III, Cukup Rp 1,8 Juta Langsung Terima Kunci Rumah

Baca: Sidang Kasus Kenaikan Tarif PDAM Tirta Mayang, YLKI Ajukan Penundaan Sidang

Baca: SAD di Batanghari Mengaku Tak Bisa Lagi Hidup di Hutan, Semua Sudah Jadi Sawit

Selain buah-buahan yang disusun, ada juga uang kertas yang disusun untuk proses upacara Melasti. Pada prosesi Melasti masing-masing umat Hindu membawa jejaritan untuk dipersembahkan. Saat prosesi Melasti berlangsung, umat Hindu mengelilingi pura sebanyak tiga kali sekaligus membersihkan pura dan membersihkan diri dengan percikan air yang sudah disiapkan.

Namun bagi wanita yang sedang datang bulan tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam pura. Apalagi mengikuti prosesi perayaan Nyepi.

Menurut iPutu Suratman , humas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Jambi bahwa wanita yang sedang datang bulan sedang tidak suci. Sehingga tidak boleh masuk ke pura, dan mengikuti prosesi keagamaan.

"Kalau tidak bisa tahun ini, tahun depan saat tidak datang bulan baru boleh mengikuti prosesi perayaan Nyepi," katanya.

Setelah prosesi Melasti selesai, beberapa jejaritan tersebut dibakar. Seperti uang kertas dan susunan janur kuningnya. Tapi untuk makanan dan buah-buahan bisa dimakan dan dibagi-bagikan.

Keesokan harinya umat Hindu masih akan melaksanakan tiga prosesi perayaan Nyepi. Diantaranya pecah Ruah, Tawur Kesangka, dan puasa selama 24 Jam.

Tawur Kesanga yakni Prinsip pada tahapan ini yakni penyelarasan dari lima unsur alam dan diri manusia. Nyepi yakni menyepi diibaratkan bagaikan kepompong yang mengisolasi diri. Tahapan ini merupakan kegiatan utama nyepi yang intinya merupakan renungan, evaluasi, serta intropeksi diri.

Baca: Film Captain Marvel dan Dilan 1991 Dominasi Tiga Bioskop di Jambi

Baca: 5 Jam Masnah Busro Diperiksa KPK Soal Harta Kekayaan

Baca: Irene Akui Suaminya Tidak Akan Ikut Pemilu Meski Masuk DPT Kota Jambi

Baca: Lowongan Kerja BUMN PT Pegadaian, Dibuka Besar-besaran, Login di pegadaian.urbanhire.com

Nyepi dilaksanakan dengan melakukan empat disiplin kehidupan yakni mengendalikan amarah (Amati Geni), menghindari kegiatan fisik (Amati Karya), menghindari bepergian (Amati Lelungaan) dan tidak menikmati hiburan (Amati Lelanguan).

"Misalnya tidak boleh melakukan aktivitas seperti bersenang-senang, main handphone, nonton TV dan lainnya. Kita hanya merenungi dan mengevaluasi diri," katanya.

Setelah itu baru umat itu melaksanakan Ngembak Geni. Tahapan ini Merupakan tahapan akhir yakni berkomunikasi dengan para pihak masyarakat sekitar dengan jalan memohon maaf (Simakrama) yang dilandasi rada tulus ikhlas tahapan ini dilakukan sehari setelah Nyepi yakni pada Jumat (8/3).

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved