Ini Jumlah Tambahan Kuota Gas 3 Kg untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur

Tahun ini Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendapatkan tambahan kuota gas sebesar 1,5 persen atau 82 kilo.

Ini Jumlah Tambahan Kuota Gas 3 Kg untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur
tribunjambi/darwin sijabat
Antisipasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram, Diskoperindag Tanjab Barat lakukan operasi pasar (OP). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Tahun ini Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendapatkan tambahan kuota gas sebesar 1,5 persen atau 82 kilo.

Kabag Ekonomi Setda Tanjab Timur, Deddy Armadillo mengatakan, kuota tersebut terbilang cukup.

Menurutnya, persoalan gas LPG 3 kg dikalangan masyarakat hingga saat ini masih menjadi permasalahan tersendiri, terutama terkait kuota dan pasokan yang sering kekurangan.

Baca: Tanjung Jabung Timur Masih Kekurangan 27 Ribu Tabung Gas, Disperindag Ajukan Kuota Tambahan ke Pusat

Baca: Pembobol ATM Hamburkan Uang di Jalanan Usai Beraksi, Warga Berebutan Satpam Kebingungan Menangkapnya

Baca: Syahrini Unfollow Hotman Paris di Instagram, Padahal Beberapa Hari Lalu Kirim Pesan WA, Karena Ini?

Dengan keadaan tersebut kata dia, tahun ini Pemkab Tanjab Timur mendapat tambahan kuota gas sebesar 82 kilo atau 1,5 persen dari kuota tahun sebelumnnya.

"Tahun lalu penyaluran gas LPG 3 kg kita sebesar 5.445 metrik ton, pada tahun ini bertambah menjadi 5.527 metrik ton atau terjadi selisih 82 metrikton jika dikilokan 82 ribu kilo," papar Kabag Ekonomi Setda Tanjab Timur, Deddy Armadillo, kepada Tribunjambi.com.

Kenaikan kuota tersebut kata Deddy, bukan wacana karena sudah disetujui, dan ditambahkan saat ini tinggal tahap penyaluran.

Baca: Pasukan Kopassus Pernah Menyamar Sebagai Pengawal Presiden Filipina: Kenakan Pakaian Barong Tagalog

Baca: Sosok Pendonor Sum-sum Tulang Belakang untuk Kesembuhan Ani Yudhoyono, Masih Saudara Kandung

Baca: Daftar Harga Motor Honda Maret 2019: Harga Honda Vario, Honda Beat, Honda Scoopy, Honda PCX

"Yang jelas untuk kebutuhan per kecamatan berbeda beda. Karena jumlah penduduk dan wilayahnya juga berbeda beda," jelasnya.

Dikatakannya pula, selain dengan penambahan kuota gas, untuk mengantisipasi terjadinya kelangkaan gas, pihaknya bersama Pertamina melakukan operasi pasar yang dilakukan rutin, mengikuti kebutuhan lapangan.

"Untuk menekan terjadinya kelangkaan salah satu solusi kita dengan menggelar operasi pasar (OP) dan pengawasan pangkalan," ujarnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved