Kriminalitas Jambi

Mantan Kepala Cabang Bank Buka-bukaan di Depan Hakim, Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo

Keterangan itu disampaikan saksi Tri Barata, Kepala Cabang tahun 2016, di Pengadilan Tipikor jambi.

Mantan Kepala Cabang Bank Buka-bukaan di Depan Hakim, Kasus Kredit Fiktif Bank Mandiri Tebo
Tribun Jambi/Jaka HB
Saksi dugaan kredit fiktif di Bank Mandiri KCP Sumber Agung Tebo mengaku pernah jadi debitur fiktif. Keterangan itu disampaikan saksi Tri Barata, Kepala Cabang tahun 2016, di Pengadilan Tipikor jambi. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saksi dugaan kredit fiktif di Bank Mandiri KCP Sumber Agung Tebo mengaku pernah jadi debitur fiktif.

Keterangan itu disampaikan saksi Tri Barata, Kepala Cabang tahun 2016, di Pengadilan Tipikor jambi.

Saksi membenarkan bahwa terdakwa Gerry mendapatkan berkas dan nama-nama nasabah tersebut, didapat dari kenalan terdakwa dan debitur bank yang pernah menjadi debitur namun telah lunas.

"Terdakwa dapat berkas calon debitur saat itu, dari berkas debitur yang telah lunas, dan ada juga yang dari berkas calon debitur lama yang pernah ditolak. Nah, itu mereka olah lagi," ujar saksi.

Saksi kasus dugaan kredit fiktif, di PT Bank Mandiri Persero, Kantor Cabang Pembantu KCP Sumber Agung Tebo, menyebutkan lima terdakwa dalam kasus ini, telah mencairkan dana total miliaran rupiah, dari sebanyak 15 debitur, secara fiktif.

Kelima terdakwa dalam kasus ini, yakni Gerry Farilan, David Yuliadi, Indro Marvianto, Dedi Irawan dan Panji Pradana, kembali disidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi, yang dihadirkan jaksa, Senin (4/3).

"Benar bahwa para terdakwa telah mencairkan uang untuk 15 debitur, secara fiktif dengan total dana yang cair sampai miliaran Yang Mulia. Itu dimulai pada September 2015," kata saksi menjawab pertanyaan hakim, yang dipimpin Erika Emsah Ginting.

Dalam kasus ini, kelima terdakwa telah didakwa secara bersama-sama melakukan tidak pidana korupsi. Yakni mencairkan dana fiktif, dengan menggunakan data nasabah yang telah lunas kreditnya.

Pencairan dilakukan menggunakan foto kopy sertifikat dan data pendukung lainnya pada debitur 2015 dan 2016.

Atas perbuatan tersebut timbul, kerugikan keuangan negara mencapai Rp Rp 2,4 miliar.

 Sebenarnya BNNP Jambi Bidik Target Lain, Tapi Malah Dapat Ini, Sabu-sabu Masuk Anus

 Bantah Bersama Andi Arief yang Terjerat Kasus Narkoba, Inilah Sosok Livy Andriani

 Hasil Drawing All England 2019, Enam Wakil Indonesia Unggulan, Markus/Kevin & Anthony Ginting Masuk

 Wanita Cantik Inisial CJ yang Ditangkap Bersama Andi Arief, Artis Baju Pink

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved