Wah, Anggaran Rp6,7 Milyar, Kanstin Jalan Patunas Gunakan Kayu, Padahal Semestinya Besi Behel

"Jalan tambah lama tambah rusak, lobang berukuran besar mulai bermunculan. Yang anehnya, kayu dijadikan tulang adukan semen, bukan besi behel,"

Wah, Anggaran Rp6,7 Milyar, Kanstin Jalan Patunas Gunakan Kayu, Padahal Semestinya Besi Behel
tribunjambi/darwin
Kayu yang terlihat menjadi penutup kastin jalan Patunas 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Lagi lagi Jalan Patunas, Kuala Tungkal menjadi perbincangan masyarakat ramai di Kota Kuala Tungkal, lantaran kondisinya semakin parah.

Selain lobang-lobang dengan kerikil tajam timbul semakin banyak, juga tergerusnya kanstin trotoar jalan Patunas, menunjukkan fakta yang baru.

Pantauan Tribunjambi.com di lapangan, kondisi jalan tersebut ditemukan bahwa kayu menjadi tulang untuk menahan adukan semen. Semestinya tulang kanstin tersebut harus menggunakan besi.

Baca: KPU Provinsi Jambi Yakini, Tidak Ada WNA Masuk dalam Daftar Pemilih Tetap

Baca: KPK Panggil 14 Kepala Daerah, Pengamat: Kepala Daerah Bisa Jadi Tersangka

Baca: Lokus Stanting Difokuskan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Dinas Kesehatan Provinsi Heran

Hal ini menjadi pertanyaan bagi kalangan masyarakat, dengan dana sebesar Rp6,7 milyar, pekerjaannya terlihat serampangan.

Waldi, warga yang membuka usaha disekitaran jalan Patunas sangat menyayangkan pekerjaan yang sangat buruk.

"Jalan tambah lama tambah rusak, lobang berukuran besar mulai bermunculan. Yang anehnya, kayu dijadikan tulang adukan semen, bukan besi behel, " ujarnya, Minggu (3/3/2019).

Baca: Cerita Haru Anies Baswedan Cium Remaja yang Kritis, Nyanyikan Lagu Persija & Meninggal Usai Operasi

Baca: Pembangunan Jalan Patunas Tanjabbar Dinilai Gagal, Pihak Kejaksaan Tak Dilibatkan

Baca: Jalan Patunas Berpolemik, Kadis PUPR: Yang Dibuat Rekanan, Bukan Perawatan, tapi Menutupi Kesalahan

Ia mengharapkan perhatian serius dari BPK yang telah memeriksa kelapangan. Bahkan dia berharap agar komisi pemberantasan korupsi (KPK) juga turun tangan untuk menyusutkan.

"ini temuan baru, masa pakai kayu, " katanya terheran-heran.

Kepada penegak hukum pihaknya sangat berharap melihat dengan jeli pekerjaan yang menelan dana sebegitu besar.

"bongkar semua permainan jalan patunas ini, " tutupnya.(*)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved