Editorial

Pabrik Semen Baturaja dan Kelestarian Goa Calow Petak

Pemkab Sarolangun sudah mengeluarkan izin operasi untuk PT Semen Baturaja, agar melakukan produksi di Bukit Bulan.

Pabrik Semen Baturaja dan Kelestarian Goa Calow Petak
tribunjambi/wahyu
Bupati Sarolangun H Cek Endra, meminta Inspektorat untuk turun ke Desa Kasiro Ilir, Kecamatan Batang Asai, terkait dugaan penyelewengan dana P2DK 

Pabrik Semen Baturaja dan Kelestarian Goa Calow Petak

Kabupaten Sarolangun dikaruniai kekayaan yang cukup besar.

Satu di antara yang cukup mencolok adanya bukit bebatuan yang bisa dijadikan bahan untuk produksi semen.
Tepatnya berada di Bukit Bulan, Kecamatan Limun.

Sudah sejak lama diwacanakan beberapa kawasan perbukitan di sana dieksploitasi untuk produksi semen.

Terbaru, Pemkab Sarolangun sudah mengeluarkan izin operasi untuk PT Semen Baturaja, agar melakukan produksi di Bukit Bulan.

Ada 3.600 hektare lahan di Bukit Bulan yang diizinkan untuk dikelola oleh PT Semen Baturaja. Perusahaan menargetkan produksi bisa dimulai pada 2020.

Wacana eksploitasi kawasan perbukitan di Bukit Bulan ini dapat dilihat dari beberapa cara pandang,

pertama keberadaan perusahaan dianggap akan mampu menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Kecamatan Limun.

baca juga

Baca: Rencanakan Bangun Tiga Jembatan untuk PT Semen Baturaja, Pemkab Sarolangun Anggarkan Rp 38,5 Miliar

Baca: Rencana Pembangunan Pabrik Semen Baturaja di Sarolangun Ditargetkan Tahun 2024 Sudah Mulai Produksi

Baca: PT Semen Baturaja Perkenalkan Maskot Baru Bernama Kotamo Saat Jalan Sehat di Kota Jambi

Kemudian yang pasti akan ada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui retribusi dan berbagai jenis pajak. Terakhir akan ada penyerapan tenaga kerja.

Hanya saja, produksi perusahaan Semen Baturaja ini dikhawatirkan juga akan berdampak terhadap ekosistem alam dan kekayaan yang ada di Bukit Bulan. Pertama yang pasti soal keberadaan Goa Calow Petak.

Goa ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi andalan Kabupaten Sarolangun, sehingga keberadaannya harus tetap terjaga.

Untuk itu kita semua pasti berharap, Pemkab Sarolangun benar-benar melakukan proteksi terhadap keberadaan goa tersebut, agar nantinya tidak terganggu oleh proses produksi pabrik semen di sana. (*)

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved