Banjir di Mendahara, 31 Rumah Terendam Banjir, Ini Ketinggian Air yang Masuk ke Pemukiman Warga

"Selain itu kita juga sudah siagakan perahu karet untuk membantu warga sekitar beraktifitas dan anak sekolah,"

Banjir di Mendahara, 31 Rumah Terendam Banjir, Ini Ketinggian Air yang Masuk ke Pemukiman Warga
tribunjambi/abdullah usman
Polisi bersama BPBD dan warga, membantu anak-anak yang sekolah dengan menggunakan perahu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Curah hujan yang tinggi beberapa hari terakhir, mengakibatkan beberapa wilayah di Kecamatan Mendahara Ulu, kebanjiran.

BPBD Tanjab Timur, mencatat sebanyak 31 rumah warga tergenang banjir di kecamatan tersebut.

Hingga Jumat (1/3/2019) pagi, curah hujan masih terjadi di beberapa kawasan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Dengan keadaan tersebut membuat sebagian wilayah tergenang banjir akibat luapan air sungai dan limpahan air hujan.

Baca: TRIBUNWIKI - Kuliner Khas Jambi Dengan Kelezatan Sambal Sejuta Manfaat Buat Kesehatan

Baca: Kecelakaan Maut Toyota Fortuner Tabrak Tronton, Hancur Remuk 3 Orang Tewas di Tol Trans Jawa

Baca: Satgas TMMD ke-104 Kodim 0417/Kerinci Salat Jumat Bersama Warga, Doa Agar Selamat, Sukses Bertugas

Petugas membantu anak-anak yang ingin sekolah menggunakan perahu
Petugas membantu anak-anak yang ingin sekolah menggunakan perahu (tribunjambi/abdullah usman)

Berdasarkan data BPBD Tanjung Jabung Timur, dampak banjir akibat hujan deras beberapa hari terakhir sudah menggenangi sebagian rumah warga di Desa Pematang Rahim Kecamatan Mendahara Ulu Tanjab Timur.

"Berdasarkan data terbaru hingga hari ini sudah ada 31 rumah warga di Kecamatan Mendahara Ulu tergenang banjir, dengan ketinggian air hingga 10 cm," sebut Kepala Pelaksana BPBD Tanjung Jabung Timur kepada tribunjambi.com.

Baca: Banjir di Merangin, Air Mulai ke Hilir Peringatan BPBD Warga Pamenang Diminta Waspada

Baca: 5 Korban Meninggal Dunia, 27 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas dalam 2 Bulan Terakhir di Bungo

Baca: Rela Booking Vanessa Angel Hingga Rp 80 Juta, Ini Alasan Rian Sebenarnya

Dengan keadaan tersebut saat ini status masih kategori Siaga. Meski demikian pihaknya bersama tim terkait telah berkerjasama melakukan patroli rutin untuk mengantisipasi perkembangan lapangan.

"Selain itu kita juga sudah siagakan perahu karet untuk membantu warga sekitar beraktifitas dan anak sekolah," ujarnya. (*)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved