Puluhan Tahun Pakai Air Hujan untuk Sumber Utama, Potret Kondisi Masyarakat Tanjab Timur

Asminah (30), warga Muara Sabak Timur, Kelurahan Sabak Ulu, mengatakan sejak puluhan tahun hingga saat ini sudah terbiasa menggunakan air hujan

Puluhan Tahun Pakai Air Hujan untuk Sumber Utama, Potret Kondisi Masyarakat Tanjab Timur
Tribunnews
Ilustrasi: Bak penampungan air hujan ditemukan hampir di seluruh rumah di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Minggu (8/2). Selain air tanah, warga Pulau Pramuka juga menampung air hujan untuk keperluan sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dan memasak 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Penyaluran air bersih di Kabupaten Tanjab Timur masih belum terpenuhi. Masyarakat masih menggunakan air hujan untuk mencukupi kebutuhan sehari hari.

Asminah (30), warga Muara Sabak Timur, Kelurahan Sabak Ulu, mengatakan sejak puluhan tahun hingga saat ini sudah terbiasa menggunakan air hujan sebagai sumber kebutuhan sehari hari.

"Sejak sayo kecil sampai sekarang ini air hujan inilah yang jadi sumber air bersih kito. Dari dulu jugo untuk air ledeng (PAM) tidak pernah sampai ke rumah," ujarnya kepada Tribunjambi.com.

Diakuinya, jika dimusim kemarau saja saat pasokan air hujan sudah menipis terpaksa menggunakan air galon khusus untuk dikonsumsi dan memasak nasi.

"Kalau kami masyarakat ini mau-mau saja menggunakan PAM. Namun sampai sekarang jaringanya tidak sampai ketempat kita," jelasnya.

Baca Juga:

 Inilah Pejabat Pemkab Muarojambi yang Dilantik hari Ini, Dokter hingga Perawat

 VIDEO: Natasha Wilona dan Verrell Bramasta Putus? Beberkan Kondisi Hubungan Terkini

 Cara Halus Pevita Pearce Menolak Ariel NOAH, Si Cantik Beri Jawaban Elegan tentang Aturan Baju

 Gempa Sumatera Barat, Rumah-rumah di Bangko sempat Goyang, Warga Berhamburan

Senada juga dikatakan Asnun (40).

Selain menggunakan air hujan sebagai sumber utama, masyarakat mengandalkan air sumur bor yang dinilai lebih aman dari segala musim.

"Tapi itulah kalau air bor tu dak semuo bagus. Pas dapat aek yang masam jeleklah aeknyo bauk, masam dan berkarat," jelasnya.

Penulis: Abdullah Usman
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved