Pilpres 2019
Jelang Debat Ketiga Pilpres 2019, Ini Persiapan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno. Tak Kan Ubah Karakter
Dua calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno akan bertemu pada pada debat ketiga Pilpres 2019.
TRIBUNJAMBI.COM - Dua calon wakil presiden, Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno akan bertemu pada pada debat ketiga Pilpres 2019.
Debat Ketiga Pilpres 2019 ini akan digelar pada 17 Maret 2019 mendatang.
Tema-tema yang diangkat dalam debat ketiga Pilpres 2019 ini adalah pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, sosial, dan budaya.
Jelang digelarnya debat ketiga Pilpres tersebut, masing-masing calon wakil presiden melakukan berbagai persiapan.
Simak, persiapan Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno jelang debat ketiga Pilpres 2019.
1. Persiapan Ma'ruf Amin
Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir mengatakan, Ma'ruf Amin tidak akan mengubah penampilan dan karakternya saat tampil di debat ketiga Pilpres 2019.
"Saya rasa kami tidak ingin mengubah karakter dari cawapres kami karena mereka akan memimpin lima tahun ke depan. Kalau karakternya diubah, nanti jadi pencitraan," ujar Erick ketika ditemui Kompas.com di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Rabu (27/2/2019).
Erick menjelaskan, Ma'ruf akan menampilkan karakternya seperti saat debat pertama.
Soal materi debat, Erick menilai Ma'ruf Amin memiliki kemampuan di bidang ekonomi syariah dan akan menjelaskan kembali program Joko Widodo di bidang pendidikan.
"Beliau ulama besar yang mengerti ekonomi syariah. Di pendidikan, ia juga akan menjelaskan program pendidikan seperti yang Pak Jokowi gagaskan, seperti Kartu Indonesia Pintar untuk kuliah dan sebagainya," kata dia.
Sementara itu, Direktur Program TKN Aria Bima yakin Ma'ruf Amin akan menguasai tema yang diangkat dalam debat ketiga Pilpres 2019.
"Saya yakin Pak Ma'ruf Amin akan bisa menghadapi hal-hal yang terkait dengan masalah yang diangkat dalam debat," ujarnya di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Selasa (26/2/2019) mengutip Kompas.com.
Selain diyakini menguasai tema, Aria yakin Ma'ruf akan tampil dengan baik karena yang bersangkutan telah terbiasa memberikan ceramah.
Hal itu dinilai sebagai kelebihan yang menguntungkan Ma'ruf.