Ahmad Dhani Ditahan
Ahmad Dhani Ditahan Kasus Ujaran Kebencian, Lawyer Ungkap Keuangan Menipis dan Surat Untuk Jenderal
Sejak ditahan itu pula Ahmad Dhani tidak bisa bekerja, sehingga kondisi keuangan keluarga menipis
TRIBUNJAMBI.COM - Sudah satu bulan Ahmad Dhani ditahan dalam kasus ujaran kebencian, sejak 28 Januari lalu.
Ahmad Dhani suami Mulan Jameela itu ditahan usai dinyatakan bersalah pada sidang putusan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Sejak ditahan itu pula Ahmad Dhani tidak bisa bekerja, sehingga kondisi keuangan keluarga menipis.
Kondisinya yang kini ditahan dan rasa ketidakadilan, sempat Ahmad Dhani sampaikan via surat kepada Jenderal Ryamizard Ryacudu
Ahmad Dhani kini sedang tidak bisa memberi nafkah lahir untuk anak dan istri.
Baca: Momo Geisha Melahirkan, Netizen Menyoroti Nama Putri Sulung Nicola Reza yang Cukup Panjang Itu
Baca: UPDATE Gempa Sumatera Barat, Kerugian Sementara 10 Rumah di Solok Selatan Rusak Data Terbaru BPBD
Baca: Usai Dapat Bonus Rp 100 Juta Dari Kemenpora, Pelatih Indra Sjafri Beri Komentar Mengejutkan
Saat ini mantan Suami Maia Estianty itu sedang menjalani masa hukumannya.
Dhani ditahan di rutan Kelas 1 Surabaya di Medaeng Waru-Sidoarjo, Jawa Timur atas kasus pencemaran nama baik akibat vlog "Idiot" yang dibuatnya.
Sebelumnya pentolan Band Dewa 19 itu ditahan di Rutan Cipinang, Jakarta Timur karena kasus ujaran kebencian.
Menurut kuasa hukum Dhani, Ali Lubis, kondisi keuangan kliennya menurun karena tak bisa bekerja selama mendekam di tahanan.
"Karena selama Mas Dhani ditahan, info yang saya terima bahwasanya pendapatan dari sisi finansial kurang karena dia tidak bekerja," ucap Ali dikutip dari Kompas.com, Rabu (27/2/2019).
Pernyataan itu disampaikan Ali Lubis yang ditemui kompas.com di Pengadilan Tinggi Jakarta, kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat,
Lantaran hal itu, Ali menyarankan agar pihak pengadilan mempertimbangkan surat permohonan penangguhan penanahan terhadap Dhani yang mereka ajukan.
"Dilihat dari sisi kemanusiaan kita tahu Ahmad Dhani ini kepala rumah tangga yang mencari nafkah. Artinya beliau punya dua anak yang masih kecil yang membutuhkan biaya hidup, sekolah," ujar Ali.
Selain itu, Ali juga menyatakan bahwa sikap kooperatif Dhani bisa menjadi salah satu pertimbangan agar kliennya bisa maksimal untuk menghidupi keluarga.
"Dari awal Mas Dhani kan kooperatif, bahkan vonis terakhir dia hadir tidak pernah mangkir."