Jadi Mucikari dan Buat Tempat Prostitusi, Kades Sungai Baung Laporkan Warganya ke Polisi

"Ini juga berdasarkan kesepakatan dari tokoh nasyarakat untuk melaporkan ini ke pihak kepolisian,"

Jadi Mucikari dan Buat Tempat Prostitusi, Kades Sungai Baung Laporkan Warganya ke Polisi
tribunjambi/wahyu
Tempat yang diduga dijadikan tempat prostitusi oleh oknum warga di Desa Sungai Baung, Kecamatan Sarolangun 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Kepala Desa Sungai Baung, Kecamatan Sarolangun, bersama warga, melaporkan KH, oknum warganya, yang diduga sebagai mucikari dan membuat tempat prostitusi, kepada pihak kepolisian.

Dalam laporannya ke kepolisian, oknum KH diduga telah lama melakukan aksinya dengan membuka tempat prostitusi dan juga penyalahgunaan narkoba.

Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wiralaksana S.IK, M.AP ketika dikonfirmasi mengiyakan perihal adanya laporan tersebut.

Kapolres Sarolangun,  AKBP Dadan Wiralaksana S.IK, M.AP
Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wiralaksana S.IK, M.AP (tribunjambi/wahyu)

Baca: 20 Hari Ditahan, Kabar Terbaru Vanessa Angel hingga Mucikari yang Tidak Ditahan Karena Hamil 7 Bulan

Baca: Vanessa Angel Terjerat Prostitusi Online, Sang Pacar Bibi Ardiansyah Asyik Dugem sama Anya Geraldine

Menurut Kapolres, laporan tersebut langsung dilaporkan oleh kepala desa Sungai Baung, yang menyebutkan bahwa di desanya diduga dijadikan tempat oleh oknum untuk praktek prostitusi dan penggunaan narkoba.

Ditambah lagi, laporan tersebut dikuatkan lagi dengan adanya info dari sosial media bahwa tempat tersebut telah dijadikan tempat yang tidak diinginkan.

"Ini juga berdasarkan kesepakatan dari tokoh nasyarakat untuk melaporkan ini ke pihak kepolisian," sebut Kapolres, Selasa (26/2/2019).

Baca: Jadwal Liga Inggris Pekan ke 28 - Rabu & Kamis (27 & 28/2) Big Match Chelsea vs Tottenham Hotspur

Baca: Pernikahan Syahrini - Reino Barack di Jepang, Maia Estianty dan Irwan Mussry Terbang ke Tokyo

Baca: HEROIK - Sejarah Mencatat 30 Anggota Kopassus Pernah Kalahkan 3000 Pemberontak Kongo

Adanya informasi yang beredar mengenai praktek prostitusi ini, bahwa (KH) yang menjual korban yang merupakan warga Suku Anak Dalam (SAD) dibantah Kapolres.

"Kita sudah melakukan mengecekan, tapi bukan warga SAD. Namun tempat itu diduga memang selalu digunakan tempat prostitusi dan narkoba," katanya terang Kapolres.

"Berdasarkan laporan itu, kami langsung melakukan mengecekan, dan pada saat pengecekan ada alat hisap sabu atau bong pada Senin sore pukul 17.30 WIB," jelas Kapolres.(*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved