Bawaslu Akui Kasus Rahmad Derita Dihentikan, Ini Peyebabnya

Badan Pengawas Pemilu Bawaslu Provinsi Jambi membenarkan penghentian kasus Rahmat Derita.

Bawaslu Akui Kasus Rahmad Derita Dihentikan, Ini Peyebabnya
istimewa
Rahmat Derita tampak membagi-bagikan kalender. 

Laporan wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan Naris

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Badan Pengawas Pemilu Bawaslu Provinsi Jambi membenarkan penghentian kasus Rahmat Derita. 

Beberapa bulan lalu, caleg atas nama Rahmat Derita diduga melakukan pelanggaran melakukan kampanye di sekolah sekolah. Dugaan itu kemudian diproses di Bawaslu Provinsi bersama pihak Gakkumdu dan dianggap memenuhi unsur. 

Lantas berkas dilimpahkan prosesnya ke penyidikan. Namun pasca pelimpahan itu, kasus ini seakan raib. Karena pihak Gakkumdu dan Bawaslu saling lempar ketika dimintai keterangan oleh awak media seputar perkembangannya. Kini, tiba-tiba dikabarkan perkara tersebut dihentikan karena beberapa alasan.

Baca: VIDEO: SEDANG BERLANGSUNG! Live Streaming Final Indonesia vs Thailand, SKOR 2-1

Baca: Viral di Medsos! Driver Grab Indonesia Pendukung Prabowo Turunkan Paksa Penumpang Pendukung Jokowi

Baca: SKOR TERBARU! Timnas U-22 Indonesia vs Thailand 2-1, Sempat Tertinggal Dibalas dengan 2 Gol Cepat

Baca: Tim Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi Sebut Sudah Unggul dari Paslon 01 di Empat Provinsi di Jawa

Wein Arifin, Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi kepada Tribun membenarkan penghentian kasus tersebut.

Alasannya pihak penyidik kesulitan untuk memenuhi petunjuk jaksa yang harus dilengkapi penyidik. Sementara waktu bagi penyidik untuk melengkapi berkas tersebut hanya tiga hari.

"Setelah gelar perkara kedua, maka perkara masuk ke penyidikan di kepolisian. Dan setelah dilakukan gelar perkara ketiga untuk naik ke penuntutan," ungkap Wein Arifin. 

Untuk naik kepenuntutan ini bila disetujui prosesnya menurut jaksa. Apabila ada dokumen yang kurang, maka dikembalikan ke penyidik untuk dilengkapi atau P19. Setelah itu harus dilengkapi penyidik dan dinaikkan lagi kepada pihak kejaksaan.

"Pasca penyerahan tahap III, dari pihak kejaksaan pelimpahan tahap ketiga dari kepolisian itu ada yang tidak lengkap dokumennya. Ada beberapa item yang diminta kepada penyidik untuk melengkapi," ujar Wein.

Adapun waktu bagi penyidik untuk melengkapi petunjuk itu hanya tiga hari. Dalam waktu itu harus sudah diserahkan kembali ke Kejaksaan. Dalam petunjuk jaksa itu penyidik harus melengkapi berkas dua orang saksi.

Baca: Siswa SD Diajak Nyanyi Lagu Pilih Prabowo - Sandiaga Uno, Oknum Guru Terancam Mendekam di Penjara

Baca: Tepis Ponsel Wartawan Hingga Jatuh, Edy Rahmayadi Marah saat Diwawancara, Emangnya Siapa Kamu

Baca: Tim Pemenangan (BPN) Prabowo-Sandi Sebut Sudah Unggul dari Paslon 01 di Empat Provinsi di Jawa

Baca: Lewat Mata Garuda, Awardee LPDP Jambi Melaksanakan Program Massive Action di SDN 47 Kota Jambi

Halaman
12
Penulis: dunan
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved