Wisata Jambi

VIDEO: Keunikan Sumber Air Asin di Atas Gunung Inum Tinggi Sarolangun, Digunakan Sejak Ribuan Tahun

Ternyata, Air gunung yang asin itu telah dimanfaatkan oleh warga sekitar sejak lama sebagai garam maupun keperluan lain sejak ribuan tahun lalu.

VIDEO: Keunikan Sumber Air Asin di Atas Gunung Inum Tinggi Sarolangun, Digunakan Sejak Ribuan Tahun
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
Wisata Jambi air asin di Gunung Inum Tinggi 

Laporan wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Hal unik terjadi di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Masyarakat menemukan adanya sumber air yang terasa asin padahal lokasinya di atas gunung.

Lokasi sumber air asin tersebut berada di Kecamatan Batang Asai, Kabupaten, Sarolangun.

Air asin di atas gunung tersebut merupakan satu diantara keunikan Sumber Daya Alam (SDA) yang dimiliki oleh Kecamatan Batang Asai.

Oleh masyarakat setempat gunung tempat sumber air asin tersebut disebut Gunung Inum Tinggi.

Ternyata, Air gunung yang asin itu telah dimanfaatkan oleh warga sekitar sejak lama sebagai garam maupun keperluan lain.

Baca: Link Pesan Tiket Kereta Api Lebaran 2019 yang Dibuka 25 Februari Beserta 5 Tips Berburu Tiket Mudik

Baca: #HariDilan jadi Trending Topik, Meet and Greet Pemain Dilan 1991 sekaligus Gala Premiere Hari Ini

Baca: Inilah Khasiat Air Asin Dari Gunung Inum Tinggi Sarolangun, Kadar Yodium Lebih Dari Garam Biasa

Pemanfaatan air gunung inum (asin) juga menjadi Wisata Air Garam Gunung Inum Tinggi yang berlokasi di desa Sungai Keradak Kecamatan Batang Asai.

Lokasi mata air asin di atas gunung yang jadi lokasi Wisata Air Garam Gunung Inum Tinggi, Kecamatan Batang Asai, Sarolangun, Provinsi Jambi
Lokasi mata air asin di atas gunung yang jadi lokasi Wisata Air Garam Gunung Inum Tinggi, Kecamatan Batang Asai, Sarolangun, Provinsi Jambi (TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO)

Uniknya, masyarakat menilai air garam gunung inum tinggi membuktikan bahwa garam tidak dilaut saja, melainkan ada di gunung, dan hal itu sangat menakjubkan.

Karena selama ini masyarakat umum hanya mengenal air garam hanya terdapat di laut saja.

Diakui oleh Sahari kepala desa sungai keradak mengatakan, air asin yang bisa dikelola menjadi garam di temukan sudah lama semenjak tahun 1445 oleh Leluhur (Nenek moyang), dan sudah digunakan beberapa kabupaten diantaranya Merangin, Rawas dan Bengkulu, akan tetapi setelah datangnya air garam dari laut msyarakat lebih memilih garam laut karena sudah banyak dijual di toko.

Warga tengah mengambil air di lokasi sumber air asin di atas Gunung Inum tinggi
Warga tengah mengambil air di lokasi sumber air asin di atas Gunung Inum tinggi (TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO)

"Benar, sebelum datang air garam dari laut, di sini semua orang tua kita mengambil garam, setelah datangnya air garam dari laut air inum tidak digunakan lagi," katanya

"Harapan kami dari pemerintah desa untuk menindak lanjuti aset parawista ataupun sumber daya alam yang ada di desa sei keradang khususnya untuk diperluas ke wilayah lain bahkan ke manca negara,"harapnya.

Videonya di Bawah Ini

Baca: VIDEO Link Streaming Semifinal Piala AFF U22 2019 antara Timnas Indonesia Vs Vietnam Sore Hari Nanti

Baca: Jadwal Sepak Bola Hari Ini, Timnas U-22 Indonesia Vs Vietnam di Piala AFF U22 2019 Sore Ini

Baca: 5 Merk Handphone yang Laris Dipasaran Selama Q4 2018, Nomor Terakhir Brand yang Tak Disangka Laris

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved