Mantan Anggota KPU Ajak Pemilih Lansia Kenali Warna SuSu
Desi Arianto, narasumber eksternal kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih di panti sosial Tresna Werdha Budi luhur Kota Jambi mengajak pemilih lansia
Penulis: Hendri Dunan | Editor: Nani Rachmaini
Mantan Anggota KPU Ajak Pemilih Lansia Kenali Warna SuSu
Laporan wartawan Tribun Jambi Hendri Dunan Naris
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Desi Arianto, narasumber eksternal kegiatan sosialisasi pendidikan pemilih di panti sosial Tresna Werdha Budi luhur Kota Jambi mengajak pemilih lansia mengenal warna surat suara (SuSu).
Relawan demokrasi (Relasi) KPU Kota Jambi melakukan sosialisasi pendidikan pemilih di panti sosial Tresna Werdha Budi luhur Kota Jambi. Narasumber yang diundang sebagai pembicara yakni dari KPU Kota ada H Abdul Rahim dan Desi Arianto sebagai pembicara eksternal.
Pada kesempatan itu, Desy Arianto, mengajak Lansia untuk mengenal lima warna surat suara (susu). Mengingat Pemilu kali ini terdapat lima kertas yang akan dicoblos tentu akan menyulitkan para Lansia.
‘’Harus kenal warna Susu, biar tahu siapa yang akan dipilih. Karena Pemilu sebelumnya, tidak sebanyak ini kertasnya,’’ jelas Desy yang juga mantan Komisioner KPU Provinsi Jambi.
Saat sosialisasi, keluhan terdengar dari penghuni Panti Jompo. Tidak hanya terkait bingungnya warna Susu, Namun juga, jauhnya TPS dari lokasi panti. Mengingat kondisi fisik yang dimiliki oleh Lansia tidak layak jika dibawa jauh-jauh ke TPS terdekat.
‘’Kalau bisa, TPS kami sendiri jadi tidak merepotkan nenek dan kakek di sini. Kalau Pemilu sebelumnya, kami angkut dengan menggunakan ambulance. Jika bisa dekat, dan di panti inilah,’’ ujar Amirul, perwakilan PSTW.
Tidak hanya lokasi TPS, kebingungan peghuni Panti yang menyandang disabilitas sensorik mata (gangguan penglihatan) juga diutarakan saat itu. Mengingat kondisi disabilitas diperoleh mereka karena faktor usia, bukan bawaan lahir.. Jadi tidak familiar dengan kertas suara berbentuk braile yang disediakan oleh KPU.
‘’Gangguan penglihatan yang diderita oleh kakek dan nenek di sini kan bukan bawaan lahir. Jadi tidak biasa dengan kertas yang disediakan KPU untuk tuna netra. Bagaimana cara mengatasi hal tersebut,’’ tanya Amirul lagi.
Mendengar pertanyaan tersebut, Desy berkata pihak KPU Kota Jambi akan mendatangi lokasi panti dan menjelaskan mekanisme pendampingan saat pencoblosan.
‘’Boleh didampingi, asalkan yang mendampingi bisa menjaga rahasia. Apa yang dipilih serta siapa yang dicoblos tetap menggunakan azaz rahasia,’’ jelas Desy. (Dun).