Daftar 10 Negara Asal Impor Provinsi Jambi, yang Paling Besar Ternyata dari China, Ini Barangnya

Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, komoditas impor terbesar selama 2018 berasal dari hasil industri dan lainnya.

Daftar 10 Negara Asal Impor Provinsi Jambi, yang Paling Besar Ternyata dari China, Ini Barangnya
Tribun Jambi/Fitri Amalia
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Fitri Amalia

TRIBUNJAMBI.COM - Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, komoditas impor terbesar selama 2018 berasal dari hasil industri dan lainnya. Nilai impor itu US$ 32,2 juta.

Selanjutnya impor terbesar kedua pada komoditas mesin dan alat angkutan sebesar US$ 31 juta, impor bahan kimia dan sejenisnya sebesar US$ 19,2 juta, impor makanan dan sejenisnya US$3,2 juta

Pada 2018, impor hasil industri dan lainnya memiliki peranan impor terbesar sebesar 37,55 persen. Selanjutnya mesin dan alat angkutan sebesar 36,08 persen, bahan kimia dan sejenisnya sebesar 22,40 persen. Makanan dan sejenisnya memiliki peran terhadap keseluruhan nilai impor sebesar 3,75 persen, sedangkan karet dan sejenisnya hanya memiliki peran 0,21 persen.

"Impor komoditas di Provinsi Jambi selamat tahun 2014, terbanyak dari negara Cina sebesar US$ 14,3 juta, kemudian disusul dari negara Malaysia sebesar US$ 13 juta dan ketiga dari negara Jepang sebesar US$ 12,3 juta, impor dari ketiga negara tersebut tercatat dibandingkan dengan 2017 mengalami kenaikan bahkan dari negara Jepang kenaikan lebih dari 500 persen," jelas Dadang Hardiwan, Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi, Rabu (20/2).

Total ada 10 negara asal impor Provinsi Jambi yang paling besar itu Cina, Malaysia, Jepang,kemudian Singapura, Australia dan disusul negara-negara lainnya. Kenaikan sebesar 500 persen juga terjadi pada impor asal Italia sebelumnya sebesar US$ 12 ribu menjadi US$ 1,2 juta.

Impor Provinsi Jambi sendiri melalui tiga pelabuhan laut utama di Jambi, yaitu Pelabuhan Talang Duku Jambi Muara Sabak dan Kuala Tungkal serta Pelabuhan Udara Bandara Sultan Taha mencatatkan nilai impor selama tahun 2018 sebesar 85,9 juta US$ Dollar.

Jika dibandingkan dengan tahun 2017 impor mengalami kenaikan sebesar 35,57 persen. Selama 2017 nilai impor Provinsi Jambi sebesar US$ 63,4 juta.

"Impor Jambi naik selama 2018 dibandingkan 2017," katanya..

Walau impor Jambi naik, ada beberapa komoditas yang mengalami penurunan. Impor yang mengalami penurunan, yakni pada karet dan sejenisnya sebesar 40 persen.

Pada 2017 impor karet dan sejenisnya mencatatkan nilai sebesar US$ 302 ribu dan menurun pada 2018 menjadi US$ 181,4 ribu.

 Pilpres 2019, Akankah Jambi dan 12 Daerah Lain Kembali Menjadi Daerah Tempur Prabowo versus Jokowi

 Panjang Umur Dimulai Dari Pola Makan Teratur, Hindari Kebiasaan Ini Sebelum Terlambat

 Ahok Menikah di Luar Negeri? Benarkah Sudah Tak di Indonesia Lagi, Di Mana Sekarang?

Penulis: fitri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved