Tiga Tahun Pimpin Tanjab Barat, Bupati Safrial Gencar Bangunan Empat Pilar Penting

Tiga tahun memimpin, Bupati Tanjung Jabung Barat Dr Ir H Safrial MS dan Wakil Bupati Drs H Amir Sakib gencarkan pembangunan infrastrukur

Tiga Tahun Pimpin Tanjab Barat, Bupati Safrial Gencar Bangunan Empat Pilar Penting
IST
Bupati Tanjab Barat melakukan penanaman mangrove. 

Dijelaskannya, pengembangan ekowisata hutan mangrove ini juga sudah disetujui oleh Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat.

"Inikan anggaran juga dari pemerintah pusat, jika belum ada perencanaan atau tidak sesuai, dari Kementrian juga tidak mau mengalokasikan dana untuk itu. Hutan mangrove ini kan sudah menjadi perhatian dunia," jelasnya.

Lebih lanjut, dia juga menjelaskan peruntukan aggaran yang bersumber dari APBD tahun 2019 sebesar hampir Rp 10 miliar yang tidak dikhususkan untuk pembagunan wisata melainkan sarana dan prasarana.

"Jadi anggaran Rp 10 miliar dari APBD itu bukan semata-mata untuk objek wisata, tapi untuk membangun akses jalan, jembatan penghubung, serta lampu penerangan dan nanti juga ada menara pantau serta air harus bersih," paparnya.

Baca: Jadwal Liga Champions Rabu (19/2) - Lyon vs Barcelona dan Liverpool vs Bayern Munchen

Baca: Ranty Maria Rilis Single Perdananya, Bercerita Tentang Perbedaan Ungkapan Perasaanku

Baca: Malam Ini Bulan Terlihat Lebih Besar, Ini Fenomena yang Terjadi

Baca: 45 Kilometer Jalan Lintas Bungo-Dharmasraya Rusak, Warga Mengeluh Banyak Kecelakaan

Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Tanjab Barat, Otto Riady mengakui anggaran dari pusat untuk pariwisata merupakan yang pertama kali dalam sejarah kepariwisataan Tanjab Barat.

"Kita mendapatkan Rp 1,7 miliar dana dari pusat adalah hasil dari perjuangan kita baik dalam merencanakan kawasan maupun pemetaannya. Bantuan dari Pemerintah pusat tahun 2019 ini merupakan dana initial untuk pertamakali dalam sejarah kepariwisataan Tanjab Barat dapatkan dari pusat," ungkap Otto Riady.

Lebih lanjut dikatakan Otto, ada beberapa pengembangan lanjutan yang akan diusulkan oleh Disparpora Tanjabbar di tahun 2020 mendatang.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjab Barat, Faizal Riza tidak sepakat jika pengembangan pariwisata hutan mangrove dikaitkan dengan perda rencana zonasi wilayah. Sebab sebelumnya berkembang di masyarakat bahwasnya pengembangan wisata ini harus memperhatikan zonasinya.

Bukan tanpa alasan, menurutnya Dewan dan Pemkab sudah punya rencana induk Pariwisata Kabupaten (Riparkab) di Dinas Pariwisata terkait objek-objek wisata dan rencana pengembangan pariwisata. Jika perda rencana zonasi wilayah di provinsi.

"Kalau Zonasi itu perda rencana di Provinsi, paling untuk kita (Kabupaten,red) penataan kawasan mangrove, itu yang penting," sebut Icol, sapaan akrab ketua DPRD Tanjabbar.

Ditanya apakah pengembangan Hutan Mangrove perlu persetujuan provinsi, Ditegaskan Icol, pariwisata adalah kewenangan daerah.

"Kita kan sudah ada perda rencana induk pariwisata Kabupaten, di sinkronisasi saja. Pariwisata kan kewenangan Daerah," tegas ketua DPRD.

Lebih lanjut, Icol berpendapat pengembangan wisata merupakan rencana yang bagus dan dewan mendukung sepenuhnya dalam pengembangan objek wisata tersebut.

"Apalagi ini merupakan ekowisata, wisata berbasis lingkungan hidup," lanjutnya.

Diharapkannya, sektor pariwisata harus bergerak sehingga mampu meningkatan perekonomian dan pendaoatan asli daerah (PAD) untuk Kabupaten Tanjab Barat.

Baca: Hidup Sehat Dengan Makan Sayur Genjer, Yuk Kenali Manfaatnya

Baca: 6 Pelaku Penyelundupan Ribuan Ekstasi di Jambi Ternyata Satu Jaringan, Ditangkap di

Baca: Gardu Listrik PLN Meledak, Siswa SMAN 5 Kota Jambi Geger Lalu Berhamburan Keluar

Baca: Pemprov Jambi Kuatkan Komitmen Wujudkan Tata Kelola Pemerintah yang Baik

Terkait pengembangan Hutan Mangrove menjadi objek wisata oleh Pemerintah Kabupaten Tanjab Barat juga mendapat dukungan penuh dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR RI) daerah pemilihan Provinsi Jambi, H Bakri.

H Bakri menyebutkan, Kabupaten Tanjab Barat memiliki garis pantai yang cukup mendukung kepariwisataan, slah satunya yaitu terkenal dengan hutan bakau.

"Itu sangat bagus, karena dengan pengembangannya menjadi suatu objek wisata bisa mengundang daya tarik pengunjung dari manapun," kata H Bakri, dihubungi melalui ponselnya, Kamis (14/2).

Menurutnya, dengan adanya objek wisata juga solusi yang sangat bagus untuk perekonomian atau juga tambahan pemasukan PAD daerah, sehingga tidak hanya mengandalkan dari hasil gas bumi tapi juga dari pariwisata.

"Yang kita tau bahwa pariwisata di Tanjab Barat itu sangatlah minim, jadi sangat membantu jika potensi alam yang ada ini ditingkatkan untuk menambah daya tarik wisatawan, dan pemasukan dari sektor wisata," jelasnya. (cda/adv)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved