Bahas Masalah Karhutla, Batas Wilayah, dan Pariwisata, Pemkab Batanghari Teken MoU dengan Tebo

Pembahasan kerjasama antar daerah tersebut beberapa diantaranya adalah masalah batas wilayah, kebakaran lahan dan pariwisata.

Bahas Masalah Karhutla, Batas Wilayah, dan Pariwisata, Pemkab Batanghari Teken MoU dengan Tebo
Tribun Jambi/Heri Prihartono
Ilustrasi. Tim patroli berusaha memadamkan api di perkebunan sawit milik warga di Sumay, Senin (30/7) beberapa waktu lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Pemerintah Kabupaten Batanghari, belum lama ini rapat bersama Pemerintah Provinsi Jambi melalui Biro Kerjasama untuk menindaklanjuti Peraturan Pemerintah (PP) No 28 tahun 2018 tentang kerjasama antar daerah.

Pembahasan kerjasama antar daerah tersebut beberapa diantaranya adalah masalah batas wilayah, kebakaran lahan dan pariwisata.

Asisten I Setda Batanghari Bidang Pemerintahan, Fery Ardiansyah menyampaikan, Pemkab Batanghari sudah melaksanakan MoU dengan Kabupaten Tebo, mengenai kebakaran hutan.

Baca: Pemkab Batanghari Anggarkan Rp 3,1 Miliar untuk Buat Jalan Kampung Terang Benderang

Baca: Harga Tiket Pesawat Garuda, Batik, Lion Air, Sriwijaya, Citilink Masih Tinggi, Ini Harganya

Baca: Peluncuran Program Harinya Cicilan Lunas (HARCILNAS) Adira Finance, Lunasi Cicilan Seribu Konsumen

"Bunyi dari MoU tersebut, apabila terjadi kebakaran hutan di wilayah Batanghari, namun dekat dengan kabupaten tersebut, maka akan dipadamkan oleh kabupaten itu," sebut Fery, kepada wartawan, Senin (11/2/2019).

Fery mengatakan, meski tidak ada kendala dalam kerjasama, namun pihak dari kabupaten/kota di Provinsi Jambi menganggap pembahasan ini sangat penting. Sebab, permasalah yang masih ada saat ini yaitu mengenai pembahasan konflik batas wilayah.

Untuk menyelsaikan masalah batas wilayah ini meminta difasilitasi dari tingkat provinsi hingga ke pusat untuk menyelesaikannya.

Baca: Pengakuan Saksi, Sipir Lapas Ini Sering Bawa Sabu ke dalam Lapas Klas II A Jambi

Baca: Ahmad Dhani dan Mulan Jameela Tak Serumah, Tetangga Lihat Kadang Datang saat Malam Hari

Baca: Ratusan Ekor Monyet Serbu Permukiman di Lampung untuk Cari Benda Seperti Ini, ke Warung Soto

"Karena, jika penyelesaian dilakukan antar kabupaten, yang ada malah saling klaim wilayah. Makanya minta difasilitasi oleh pemprov. Jika tidak selesai juga, terakhir pihak pusatlah yang akan menentukan batas wilayahnya itu punya siapa," papar Fery.

Fery menambahakan, kerjasama yang dibahas tidak hanya antar kabupaten yang ada di Provinsi Jambi. Melainkan dengan provinsi lannya.

"Namun kerjasama ini tergantung kebutuhan dari kabupaten yang bersangkutan. Semisal kebutuhan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata," katanya.

Baca: Pacar Adi Saputra Sebut Akan Menikah Tahun Ini, 1000 Kebaikan Dikorbankan karena 1 Kesalahan

Baca: Hari ini Menteri Susi akan Kunker ke Kerinci, Ini Agendanya Selama 2 Hari di Kota Sakti

Baca: Curhat Asisten Susi Pudjiastuti di Instagram, Setelah 4 Tahun Akhirnya Fika Fawzia Pilih Berhenti

Meski demikian, ia menilai kerjasama antar kabupaten yang sudah berjalan sejauh ini berjalan dengan cukup baik.

"Seperti mengenai kebakaran hutan. Jika kebakaran itu terjadi dekat dengan wilayah kabupaten tetangga, jika tak segera dipadamkan, dampaknya akan terjadi ke wilayah mereka," pungkasnya. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved