Video: Detik-detik Penggerebekan Ladang Ganja Satu Hektare Siap Panen oleh Polres Lahat

Yayan Ibnu Saleh, salah satu tersangka pemilik ratusan batang ganja yang berhasil diamankan anggota Satnarkoba Polres Lahat.

TRIBUNJAMBI.COM - Yayan Ibnu Saleh, warga Gelung Sakti, Kecamatan Pajar Bulan, Kabupaten Lahat, salah satu tersangka pemilik ratusan batang ganja yang berhasil diamankan anggota Satnarkoba Polres Lahat. Ia mengaku nekat nanam ratusan batang ganja karena desakan ekonomi.

Dikatakan Yayan yang sempat ikut dalam Pemilihan Kades Desa Gelung Sakti namun kalah, berbagai usaha pernah dilakoni namun tak membuat perekonomian keluarga membaik.

"Ya pak pernah calon kades gagal. Tanam ganja karena ingin cepat dapat uang dan mudah prosesnya. Sejauh ini belum dapat uang sebab belum sempat panen hanya saja dapat pembagian dari hasil penjualan ganja milik YN. Kalau YN bilang satu kilo dijual Rp3 juta. Dari situ saya dapat kadang Rp500 ribu," kata Yayan, saat diwawancarai di Polres Lahat, Jumat (8/2).

Baca: Sambut HPN 2019, Rektor Universitas Islam Riau Prof Dr Syafrinaldi Beri Ucapan Selamat

Baca: Nikmati Santai di Bawah Rindangnya Pohon, Inilah Indahnya Taman Rajo Mudo Jambi

Baca: Penampilan Terbaru Selvi Ananda, Menantu Jokowi, Tetap Sederhana, Tapi Harga Tasnya Bikin Kaget

Baca: Ditanya Soal Poligami, Zaskia Sungkar Bolehkan Irwansyah, Tak Boleh Menentang, Tapi. . .

Diungkapkan Yayan, ia dan YN menanam ganja berdekatan namun, yang punya YN sudah panen, Ia juga mengaku dapat bibit dari YN.

Sementara ganja miliknya baru berumur empat bulan dan belum sempat panen.

"Terpaksa pak karena himpitan ekonomi selama ini hanya bertani. Hasil penjualan ganja untuk makan keluarga. Saya putus asa lantara usaha saya selalu gagal termasuk saat calon kades. Saya menyesal dan mudah-mudahan saya masih sempat untuk tobat,"katanya.

Dikatakan Yayan, jika dirinya hanya ikut YN termasuk soal penjualan dan kesiapa saja ia menjualnya.

"Keluarga saya mungkin tahu. Tapi mau gimana lagi. Bahkan adik saya ikut tertangkap," katanya.

Sementara selain Yayan, warga Gelung Sakti adik kandung Yayan, bertindak sebagai penjaga ladang ganja dan pernah memasarkan.

Herliansyah warga Desa Jentikan, bertindak sebagai penjaga ladang ganja.

"Baru empat bulan pak kami tanam. Seluruhnya bukan punya saya semua, tapi milik YN. Dari dia saya dapatkan bibitnya kalau yang punya saya belum sempat panen, " kilah Yayan.

Sementara, Anggota Satnarkoba berhasil mengamankan sekitar 390 batang ganja. Ladang ganja sendiri ditemukan di semak belukar yang berjarak sekitar sekitar tiga kilo dari Desa Gelung Sakti.

Baca: Gelar Donor Darah, Danrem: Sebaik-baik Manusia itu yang Bermanfaat Untuk Manusia Lain

Baca: Situasi Terkini Inneke Koesherawati Setelah Fahmi Dipenjara: Gak Adil Buat Dia Kalau Saya Tinggalin

Baca: Remisi Susrama Otak Pembunuh Jurnalis Dibatalkan, AJI Kota Jambi: Perjuangan Belum Berakhir

Baca: 2019, Pemkot Jambi Targetkan Investasi Tembus Rp 564 Miliar

Ganja sendiri ditemukan di tiga titik belukar dalam satu kawasan. Untuk sampai ke lokasi, petugas harus melewati kebun kopi warga.

"Gak terlalu jauh dari desa, namun lokasi penanaman di belukar sehingga tidak terlihat warga.
Saat ini masih kita masih melakukan pendalaman apakah ada tersangka lain. Apalagi dari pengakuan awal tersangka ada pelaku lain yang kini kita kejar," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Tribun-video.com dengan judul "Detik-detik Penggerebekan Ladang Ganja Siap Panen oleh Polres Lahat","https://video.tribunnews.com/view/73916/detik-detik-penggerebekan-ladang-ganja-siap-panen-oleh-polres-lahat".

Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved