Jendela Dunia
Dilahirkan ke Dunia, Pria Ini Tuntut Kedua Orangtuanya ke Pengadilan, Alasannya Bikin Gregetan
Seorang Pria di India Merasa Kecewa Karena Telah Dilahirkan ke Dunia dan Berencana Menuntut Kedua Orangtuanya
TRIBUNJAMBI.COM, NEW-DELHI - Sebagian besar manusia pastinya akan merasa beryukur karena telah dilahirkan ke dunia, dan satu-satunya cara berterimakasih adalah dengan berbakti kepada kedua orang tua yang telah membesarkannya.
Tetapi, tidak dengan seorang pria 27 tahun di Mumbai, India. Ia, justru berencana untuk membawa orangtuanya ke pengadilan lantaran melahirkannya ke dunia tanpa persetujuannya.
Ceritanya diulas dalam theprint.in (30/1/2019).
Raphael Samuel memegang kepercayaan filosofis yang disebut anti-natalisme.
Anti-natalisme yang diyakini Samuel cenderung memandang negatif kelahiran anak.
Baca: Rahasia Meremajakan Miss V, Solusi Mencapai Orgasme
Baca: VIDEO: UPDATE SKOR! Live Streaming Timnas U-22 Indonesia vs Bhayangkara FC, Garuda Muda Unggul 1-0
Baca: Makin Panas! Jerinx SID Akan ke Jakarta Injak Wajah Anji Bila RUU Permusikan Jadi Konten YouTube
Orang yang meyakini ini percaya manusia adalah pemicu rusaknya bumi dan dengan melahirkan anak ke dunia, adalah suatu kesalahan.
Mereka hanya percaya bahwa hidup yang belum diberikan persetujuan untuk hidup tidak boleh dibawa ke dunia.
Dengan kata lain, jika seorang anak tidak setuju untuk dilahirkan - dan mengalami kesulitan hidup - seseorang tidak memiliki hak untuk melahirkannya.
“Saya ingin memberi tahu semua anak bahwa mereka tidak berhutang apa pun kepada orang tua mereka. Hidup saya luar biasa, tetapi saya tidak melihat mengapa saya harus menjalani kehidupan lain seperti mengalami kekacauan sekolah dan meniti karier, terutama ketika mereka tidak meminta mereka ada, ”kata Raphael Samuel kepada The Print.
"Orang-orang India lain harus tahu, adalah pilihan untuk memiliki anak, dan mintalah penjelasan pada orangtuamu mengapa mereka melahirkanmu," tambahnya.
Baca: Yamaha Semakin Fresh dengan Jagon Baru, Rossi Turut Kepalkan Tangan
Baca: SEDANG BERTANDING! Nonton Live Streaming Timnas U-22 Indonesia vs Bhayangkara FC di PSSI TV
Baca: Mengharukan, Kisah Bapak Ojol Hingga Tidur Sambil Berdiri di Bawah Halte Hingga Curhat ke Jokowi
Gerakan kepunahan manusia
Meski jumlahnya kecil, gerakan itu (yang sementara dijuluki sebagai 'berhenti melahirkan bayi' sampai mereka menemukan nama resminya) memiliki impian besar.
Impian mereka adalah untuk mendirikan organisasi tingkat nasional yang berubaya menyebarkan kehidupan bebas anak.
Di garis depan gerakan itu, ada Pratima Naik, seorang lulusan teknik yang berbasis di Bengaluru.
Seperti Samuel, Naik masih muda (28) dan berkomitmen untuk tidak pernah memiliki anak.