30 Ribu Ha Lahan Kelapa Sawit di Muarojambi Tidak Produktif, Pemkab Usulkan Replanting 1000 Ha

”Yang 30.000 hektar itu seluruhnya milik masyarakat. Usia tanamannya itu rata-rata di atas 25 tahun dan ada juga karena bibitnya tidak bagus,"

30 Ribu Ha Lahan Kelapa Sawit di Muarojambi Tidak Produktif, Pemkab Usulkan Replanting 1000 Ha
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Petani sawit Muarojambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - 30 ribu hektare luas lahan kelapa sawit di Kabupaten Muarojambi, sudah tidak produktif lagi. Hal ini dikarenakan tanaman kelapa sawit yang ada rata-rata berusia diatas 25 tahun. Terlebih lagi, sebagian tanaman sawit berasal dari bibit yang tidak bagus.

Ini diungkapkan Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Muarojambi, Zulkarnaini. Menurutnya, tanaman kelapa sawit yang tidak produktif di Kabupaten Muarojambi cukup luas.

”Yang 30.000 hektar itu seluruhnya milik masyarakat. Usia tanamannya itu rata-rata di atas 25 tahun dan ada juga karena bibitnya tidak bagus," jelasnya.

Baca: Ustaz Abdul Somad Bereaksi Keras Soal Pernyataan Menkominfo Soal Yang Gaji Kamu Siapa?

Baca: VIDEO: Prabowo Subianto Akhirnya Beri Jawaban Menohok Perihal Pakai Jasa Konsultan Rusia

Baca: Pengakuan Blak-blakan Avriellya Shaqila Terkait Prostitusi Online Artis Hingga Dihargai Rp 25 Juta

Menurut Zulkarnaini, tanaman kelapa sawit yang tidak produktif tersebut secara bertahap telah diusulkan untuk diremajakan melalui program replanting yang dibiayai pemerintah pusat.

Dikatakannya pada 2018 lalu, Muarojambi mendapat kuota bantuan replanting kebun sawit dari Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPBD-KS) seluas 194 hektar.

”Luasan kebun sawit yang diajukan tahun lalu 3.500 hektar, realisasi yang dibantu pemerintah pusat hanya 194 hektar, dari 185.000 hektar target replanting se-Indonesia," ujarnya.

Petani sawit di Tanjung Jabung Barat
Petani sawit di Tanjung Jabung Barat (tribunjambi/darwin)

Sementara itu, untuk tahun 2019 ini, Disbunak Muarojambi kembali mengusulkan peremajaan kebun (replanting) kelapa sawit kepada pemerintah. Untuk luasan Kebun sawit yang diajukan untuk dilakukan replanting tahun ini seluas 1000 hektar.

“Mudah-mudahan usulan kita ini terakomodir, apalagi target replanting kebun sawit yang dibiayai pemerintah pusat meningkat menjadi seluas 200.000 hektar, “ terangnya.

Zulkarnain menjelaskan bahwa program replanting kebun sawit yang dibiayai pemerintah pusat tidak berbentuk bantuan bibit, melainkan berbentuk uang tunai. Untuk satu hektar kebun sawit nantinya akan diberi bantuan sebesar Rp25 juta.

Halaman
12
Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved