'Bapak Itu Baik Sama Kami', Traumatis Siswa Pasca Terungkapnya Kasus Pedofilia di SLB Tanjab Timur

Siswa SLB, yang juga tinggal di asrama mengaku tidak takut tinggal di asrama pasca kejadian itu. Ia menyebutkan akan tetap tinggal di asrama.

Penulis: tribunjambi | Editor: Duanto AS
Tribun Jambi/Zulkifli
Pelaku pedofilia terhadap korban siswa SLB di Tanjab Timur diamankan polisi. 

Siswa SLB, yang juga tinggal di asrama mengaku tidak takut tinggal di asrama pasca kejadian itu. Ia menyebutkan akan tetap tinggal di asrama.

TRIBUNJAMBI.COM - Pasca terungkapnya kasus pedofilia menimpa sejumlah siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tanjab Timur beberapa hari lalu, aktivitas belajar mengajar di sana normal.

Pantauan Tribunjambi.com di sekolah Rabu (23/1), tampak aktivitas sekolah berjalan normal seperti biasa.

Sadiman, satu di antara guru SLBN Tanjab Timur yang mewakili Kepsek, menyebutkan saat ini kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan normal.

"Saat ini normal aja, anak-anak tetap belajar seperti biasa," kata Sadiman, Rabu (23/1).

Lanjut Sadiman, para siswa yang diduga telah menjadi korban pun kini kembali ke asrama. Sebagian di antara mereka ditemani para orang tua mereka.

"Mereka kembali menginap di asrama. Kalau ada panggilan kepentingan peneyelidikan baru keluar. Ada sebagian mereka ditemani orang tuanya," sebut Sadiman.

Pelaku diketahui bekerja sebagai pengasuh asrama kini telah dikeluarkan dari sekolah dan akan dicarikan pengganti.

Baca Juga:

 Inilah Orang-orang yang Bakal Kena Hantam Setelah Ahok BTP Bebas, Sudah Pegang Kartu As

 Ramalan Zodiak Kamis 24 Januari - Taurus Banyak Dikecewakan, Cancer Malas-malasan, Leo Hoki

 Daripada Harus Membayar Bagasi Rp 2,5 Juta, Seorang Penumpang Pilih Tinggalkan Oleh-oleh Berat 50 Kg

 Ahok Bebas Hari Ini, Begini Kata Polisi Terkait Pengamanan Khusus Dirumah BTP Usai Keluar

 Pasukan Elite TNI Dikepung Sniper, Habis-habisan Lawan Teman Desertir Tentara-Polisi 1999

"Pengganti belum. Tetap akan dicarikan pengganti," sebut Sadiman.

Satu di antara siswa SLB yang juga tinggal di asrama mengaku tidak takut tinggal di asrama pasca kejadian itu.

Ia menyebutkan akan tetap tinggal di asrama.

Selain itu, ia mengaku tidak menyangka hal itu bisa terjadi dan yang menjadi korban teman-temannya.

"Tak sangka. Karena bapak itu dekat dan baik sama kami," akunya.

Di lain pihak, satu diantara orang tua korban, yang ditemui Tribunjambi.com, di sekolah menyampaikan pihaknya menyerahkan proses hukum kasus ini kepada polisi.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved