Dinas PUPR Muarojambi, Diduga Bangun Infrastruktur di Wilayah Batanghari

Lebih parahnya lagi, pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Muarojambi tahun 2018.

Dinas PUPR Muarojambi, Diduga Bangun Infrastruktur di Wilayah Batanghari
tribunjambi/zulkifli
Dinas PUPR Muarojambi, diduga telah membangun jalan dengan ridit beton, tapi warga tidak mengizinkannya 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Muarojambi, diduga telah melakukan pembangunan Jalan Rabat Beton dan Box Culvert yang merupakan wilayah Kabupaten Batanghari.

Lebih parahnya lagi, pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kab. Muarojambi tahun 2018.

Menurut pengakuan warga, daerah itu berada di Dusun Pangkalan Ranjau, Desa Tanjunglebar, Kecamatan Bahar Selatan.

Namun, jika dicek dengan menggunakan maps, maka titik bangunan jalan tersebut yang berada di ujung unit XXII itu terdeteksi berada di Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari.

Jalan yang berada di wilayah Kabupaten  Batanghari, dibangun oleh Dinas PUPR Muarojambi
Jalan yang berada di wilayah Kabupaten Batanghari, dibangun oleh Dinas PUPR Muarojambi (tribunjambi/syamsul bahri)

Hal ini pun dibenarkan oleh tokoh masyarakat Sungai Bahar, Nazil atau yang di kenal dengan Desnad. Ia mengaku sudah tinggal sejak tahun 90-an di daerah Bahar dan memastikan bahwa pembangunan Jalan Rabat Beton dan Box Culvert tersebut, masuk dalam wilayah Kabupaten Batanghari.

"Sesuai dengan titik koordinat jika memakai maps, maka daerah itu jauh di luar kawasan Kabupaten Muarojambi. Jauh di luar maksudnya berada di dalam wilayah Kabupaten Batanghari," sebutnya.

Ia menjelaskan bahwa Desa Tanjunglebar tersebut merupakan desa yang notabennya merupakan perkebunan milik PTPN Tanjunglebar. Ia menambahkan bahwa wilayah Sungai Bahar merupakan areal permukiman masyarakat trans dan juga perkebunan kelapa sawit.

Baca: Jalan Rusak, Warga tak Bisa Bawa Keluar Hasil Pertanian, Buah Sawit pun Busuk Dipinggir Jalan

Baca: Dibedah, Dalam Perut Buaya Pemakan Deasy Tuwo Ditemukan Benda-benda Ini, Tulang dan Pakaian Manusia

"Kemudian ada dua desa di Sungai Bahar yang tidak masuk dalam permukiman trans, salah satunya ialah Desa Tanjunglebar dan Desa Markanding. Kalo Desa Markanding itu masuk ke perkebunan Pinang Tinggi, yang sekarang sudah dimekarkan beberapa desa,"sebutnya

Hal tersebut juga membuat dirinya mengklaim bahwa pembangunan tersebut tidak hanya masuk dalam wilayah Kab. Batanghari, namun juga masuk dalam kawasan hutan. Desnad mengaku mempunyai data pendukung terhadap pernyataannya bahwa wilayah pembangunan tersebut berada di kawasan hutan.

Halaman
12
Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved