Lubang Bekas Tambang Minyak Semburkan Air Campur Lumpur, Lokasi di Kebun Sawit Bahar Selatan

Lubang bekas tambang minyak di Unit 7 Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, mengeluarkan semburan air bercampur lumpur.

Lubang Bekas Tambang Minyak Semburkan Air Campur Lumpur, Lokasi di Kebun Sawit Bahar Selatan
Tribun Jambi/Samsul Bahri
Lubang bekas tambang minyak di Unit 7 Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, mengeluarkan semburan air bercampur lumpur. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Lubang bekas tambang minyak di Unit 7 Desa Bukit Subur, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muarojambi, mengeluarkan semburan air bercampur lumpur.

Lokasi bekas tambang minyak yang diduga ilegal itu yang menyemburkan air itu di sebuah kebun sawit di desa tersebut.

Kejadian itu membuat heboh warga sekitar, terlebih bekas tambang minyak tersebut merupakan lokasi ilegal.

Informasi yang diperoleh Tribunjambi.com, lubang minyak itu pertama kali mengeluarkam semburan pada Selasa, (15/1) sekira pukul 12.30 WIB.

Hal ini berdasarkan informasi yang diterima kepolisian dari warga yang melihat dan kemudian langsung melaporkan ke kepolisian.

Kapolres Muarojambi melalui Kasat Intel, AKP Dastu Gustiawan saat dikonfirmasi perihal tersebut membenarkan atas laporan adanya semburan tersebut. Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah turun ke lokasi dan mengamankan lokasi dengan memasang garis polisi.

"Iya, kita sudah pasang police line di sekitar lokasi, jadi kami minta untuk masyarakat jangan mendekati lokasi karena kita belum tahu itu jenis material apa,"terangnya

Sejauh mana penanganan terhadap hasil temuan semburan lumpur yang mengeluarkan bau busuk tersebut?

AKP Dastu mengatakan kepolisian tengah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan Pertamina.

"Kita sudah koordinasi dengan Dinas ESDM Provinsi Jambi dan mereka akan turun ke lokasi dan mereka juga akan berkoordinasi dengan pihak Pertamina untuk mengetahui apakah lokasi itu milik Pertamina atau bukan," jelasnya.

Sementara itu terkait dengan apakah ini membahayakan lingkungan, Kepala BLH Kab. Muarojambi, Firmansyah saat di konfirmasi hal tersebut, Ia mengatakan bahwa telah mendapatkan informasi tersebut.

"Soal itu kita sudah dapat informasinya, memang setahu kami itu adalah bekas tambang Ilegal. Tapi kami nanti akan turun ke lokasi juga,"sebut Firman.

Lubang bekas tambang minyak di Unit 7 Desa Bukit Subur
Lubang bekas tambang minyak di Unit 7 Desa Bukit Subur (Tribun Jambi/Samsul Bahri)

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa material yang disemburkan adalah Clay atau Lumpur bercampur air dan juga mengandung Gas Metan. Sehingga memunculkan semburan, sedangkan bau busuk yang muncul dari semburan itu muncul karna ada kandungan tanaman yang telah membusuk.

Baca: Ingat Aktor Chow Yun Fat? Punya Kekayaan Rp 10 Triliun Namun Sosoknya Ternyata Sangat Sederhana

Baca: BREAKING NEWS: Bupati Batanghari Tahan Ratusan PNS di Ruang Pola, Bercanda saat Pelantikan

Baca: Wanita Jepang Makan Malam Bareng Raffi Ahmad di Kapal Pesiar Ini 7 Fakta Geisha, Siapkan Rp 9 Juta

Baca: Presiden Jokowi Lulusan SMPP Kok Bisa Masuk UGM? Viral Sekolah Menengah Pembangunan Persiapan

Baca: Setelah Sekian Lama, Terungkap Alasan Ranty Maria Putus dengan Ammar Zoni, Lalu Irish Bella Masuk

Penulis: syamsul
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved