Suku Anak Dalam Serahkan 16 Pucuk Senjata Api Rakitan Milik Mereka ke Danram 042/Garuda Putih

Danrem menambahkan, penyerahan senjata api rakitan tersebut merupakan kesadaran dari mereka sendiri (SAD).

Suku Anak Dalam Serahkan 16 Pucuk Senjata Api Rakitan Milik Mereka ke Danram 042/Garuda Putih
Korem 042/Gapu
Penyerahan Senpi rakitan dari SAD ke Danrem 

TRIBUNJAMBI.COM - Seluruh peserta tim ekspedisi telah menjelajahi seluruh wilayah komunitas SAD.

Mulai dari Kabupaten Batanghari, Tebo, Kecamatan Tabir, dan berakhir di kawasan terpadu SAD Air Hitam.

Selain melakukan penelusuran jejak warga SAD, tim ekspedisi juga menyempatkan bakti sosial.

Mewakili Bupati, Arif Ampera pada sambutannya menyampaikan, kegiatan ekspedisi ini sebagai upaya untuk memahami kehidupan SAD, sehingga dapat melihat secara langsung apa yang menjadi tantangan, peluang, dan hambatan yang selama ini mereka hadapi.

“Ini tantangan dan tugas bersama kita dalam membina mereka. Kami pemerintah Sarolangun sudah bertahun-tahun melakukan pembinaan, tentu tantangan tersendiri bagi pak bupati. Alhamdulillah, pelan-pelan upaya yang dilakukan pemerintah membuahkan hasil,” kata Arif.

Dia mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak, khususnya TNI dan Polri yang ikut andil dalam membantu pemerintah membina mereka.

Baca: Bocah Tenggelam di Sungai Wilayah Kabupaten Tebo, BPBD Sebut Tiga Orang Tewas Hanyut Sejak 2018

Baca: Jadwal tottenham Hotspur Vs Manchester United Liga Inggris Malam Ini, Laga Big Match Pekan ke-22

Baca: Kisah Amad Pemburu Ular Piton, Pernah Tangkap Piton 15 Meter dengan Perut Besar, Ternyata Isinya

“Sejak empat tahun terakhir, tidak sedikit warga SAD ini, yang sudah memeluk agama Islam, bahkan sudah ada yang naik haji. Tidak hanya itu saja, ada juga yang sudah jadi TNI, sarjana, dan tamatan SMA. Itu menunjukkan, secara pendidikan mereka terus mengalami kemajuan. Dan tentunya, itu juga berkat bantuan pihak TNI,” kata Arif.

Kolonel Infantri Dany Budiyanto SE, Danrem 042/Gapu melanjutkan, dengan kegiatan ekspedisi ini, dapat disimpulkan bahwa secara garis besar komunitas SAD dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok.

Ketiga kelompok itu, ada yang mengembara (nomaden), masih berada dalam hutan, dan telah menetap (bermukim).

“Sekarang kita benar-benar mengetahui seperti apa kehidupan SAD ini, walaupun kemarin kami banyak mengalami halangan dan rintangan,” kata Danrem.

Halaman
12
Penulis: Mareza
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved