Dunia Pernah Dibuat 'Panas-Dingin' Oleh Indonesia Karena Ciptakan Nuklir, Malaysia Sampai Ketakutan

Siapa yang sangka bahwa negera yang dahulunya sempat dijajah beberapa negara besar ini, menciptakan senjata mematikan.

Dunia Pernah Dibuat 'Panas-Dingin' Oleh Indonesia Karena Ciptakan Nuklir, Malaysia Sampai Ketakutan
Berdasar Tap MPRS No XIII/1966, Presiden Soekarno menugaskan Letjen Soeharto selaku Pengemban Tap MPR No IX/1966 untuk pembentukan Kabinet Ampera. Letjen Soeharto menjadi Ketua Presidium kabinet tersebut. Bung Karno sedang mengumumkan susunan kabinet tersebut pada tanggal 25 Juli 1966. Letjen Soeharto dan Adam Malik duduk mendengarkan. Presiden Soekarno ketika mengumumkan Kabinet Ampera di Istana Merdeka Senin malam dan tampak antara lain Ketua Presidium Let.Djen Soeharto dan Menteri Utama Adam Malik.(-/Arsip Kompas) 

TRIBUNJAMBI.COM - Pernah punya cerita, Indonesia ditakuti negara adidaya hingga tetangga karena menciptakan benda satu ini.

Siapa yang sangka bahwa negera yang dahulunya sempat dijajah beberapa negara besar ini, menciptakan senjata mematikan.

Lihat Korea Utara, negeri kekurangan pangan yang mempunyai bom nuklir sehingga ditakuti oleh negara-negara sekitarnya.

Atau India yang rakyatnya berani sesumbar 'tak apa kami makan rumput asal negara punya nuklir!'

Baca Juga:

Tarif Vanessa Angel Capai Rp80 Juta di Prostitusi, Jane Shalimar Ungkap Gaya Hidup Sahabatnya itu

Polda Kalbar Ungkap Kasus Prostitusi, 3 Orang Ditangkap, Mucikarinya Merupakan Seorang Mahasiswa

Ramalan Zodiak Minggu, 13 Januari 2019 - Taurus Lagi Kecewa, Virgo Dihinggapi Ide Cemerlang

Ini Dia Maulia Lestari, Puteri Jambi Kembaran Ariel Tatum yang Terseret Kasus Prostitusi Online

Raffi Ahmad Punya Rencana Pertemukan Rafatar dengan Jan Ethes, Ini Tanggapan Jokowi

Kedua negara itu dapat dijadikan contoh bagaimana nuklir dapat 'memproteksi' kedaulatan baik secara damai maupun dengan ancaman ala Korea Utara.

Bagaimana Indonesia?

Asal tahu saja jika negeri ini pernah memiliki bom nuklir sekelas Amerika Serikat (AS) dan Uni Soviet.

Awalnya pada tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Soekarno sadar jika sebuah negara haruslah mempunyai kapabilitas dalam pengayaan uranium.

Presiden Soekarno
Presiden Soekarno ((Dok. Kompas/Song))

Maka pada tahun itu juga ia berhasil menjalin kerjasama dengan AS untuk pengembangan nuklir.

AS setuju membantu dalam hal pengayaan uranium, karena awalnya Indonesia hanya ingin menggunakan nuklirnya demi tujuan damai.

Halaman
1234
Editor: ekoprasetyo
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved