Hebatnya "Sniper" SAS Tembak Komandan ISIS di Malam Hari dari Jarak 1,5 Km, Ini Senjatanya

TRIBUNJAMBI.COM, DAMASKUS - Seorang sniper atau penembak jitu pasukan elite Inggris SAS dikabarkan sukses

Hebatnya
pixabay.com
Ilustrasi- Sniper 

TRIBUNJAMBI.COM, DAMASKUS - Seorang sniper atau penembak jitu pasukan elite Inggris SAS dikabarkan sukses menewaskan seorang komandan ISIS lewat tembakan dari jarak 1,5 kilometer.

Hebatnya, tembakan itu dilakukan pada malam hari saat suasana gelap gulita. Demikian sumber di Kemenhan Inggris.

"Kejadian ini hanya sekali dalam 1 juta kesempatan. Satu peluru, satu tembakan mematikan di malam hari, sehingga nyaris mustahil," ujar sumber tersebut.

"Hasil tersebut menjadikan dia sebagai sniper terbaik saat ini," tambah sumber itu.

Baca: Fakta Maulia Lestari Finalis Puteri Indonesia 2016, Dipanggil Polisi Kasus Prostitusi Online Artis

Penembak jitu itu diyakini adalah seorang sersan anggota Skuadron-G SAS yang dikirim ke Suriah dalam misi kontraterorime selama tiga bulan terakhir.

Sang sersan merupakan veteran sejumlah operasi militer di Irak dan Afghanistan serta disebut telah menewaskan lebih dari 100 orang sasaran.

Dia diyakini menggunakan senapan runduk McMillan T-50 buatan Amerika Serikat dengan peluru "jumbo" berkaliber 50.

Seorang sumber kepada harian Daily Star, Minggu (18/3/2018), mengatakan, sebuah unit SAS mendapatkan informasi bahwa seorang komandan ISIS tiba di sebuah rumah aman di sebuah desa di perbatasan Suriah.

Baca: Kisah Tentara Elite Inggris Bunuh 3 Anggota Taliban Hanya Bermodalkan Benda Ini

"Desa itu dikuasasi sepasukan ISIS sehingga tak ada kesempatan untuk menggelar misi penangkapan. Melakukan operasi penangkapan sama saja dengan bunuh diri," ujar sumber.

"Sebenarnya jauh lebih baik jika dia ditangkap ketimbang dibunuh karena kami bisa mendapatkan informasi lebih banyak," ujar sang sumber. "Namun, akhirnya misi membunuh yang dipilih.

SAS berharap komandan ISIS tiba di siang hari karena menembak di malam hari amat berbahaya," tambah dia.

Namun, saat malam tiba pasukan SAS harus memutuskan untuk membatalkan misi atau mencoba melakukan tembakan pada malam hari.

Baca: Terungkap! Ussy Sulistiawaty Lihat Luna Maya Berbicara dengan Ariel NOAH, Ini Pengakuannya

"Sang sniper mengatakan, dia ingin menembak dan perintah membunuh diberikan," kata sumber itu lagi.

Saat sebuah mobil mendekat ke sebuah rumah, sang sniper mengarahkan senjatanya ke sosok bertubuh tinggi yang sesuai dengan deskripsi sosok komandan ISIS yang menjadi target.

Baca: Siswa SD di Bungo,Temukan Bungkusan Aneh di Pos Jaga Satpam, Ternyata Ini Isinya

Kesulitan bertambah karena waktu untuk bersiap, mengincar, dan menembak tak lebih dari 15 detik. "Setelah ditembakkan, peluru melesat dan mengenai bagian belakang kepala komandan ISIS itu. Dia tewas seketika," papar si sumber.

Editor: ridwan
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved