Editorial

Teror Jangan Bikin Kendor

Apapun niatnya pelaku seperti ingin menyampaikan pesan ketakutan kepada lembaga anti rasuah KPK

TEROR terhadap KPK kembali terjadi. Setelah penyidik KPK Novel Baswedan yang disiram air keras dan hingga saat ini belum terungkap pelakunya, giliran dua pimpinan KPK Agus Rahardjo dan Laode M Syarif mendapatkan teror.

Rumah Ketua KPK Agus dikirimi benda mirip bom paralon yang disangkutkan ke pagar rumah. Sedangkan rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dilempar dua bom molotov.

Belum terungkap siapa pelaku dan maksud serta tujuan tindakan tersebut, yang pasti aksi tersebut menimbulkan kegaduhan.

Apapun niatnya pelaku seperti ingin menyampaikan pesan ketakutan kepada lembaga anti rasuah KPK. Dua pimpinan KPK rumahnya diserang, sepertinya hal itu bukan kebetulan

Meski benda mencurigakan berupa pipa paralon yang dibuat menyerupai bom itu ternyata fake bom, namun mengirimkan benda mencurigakan ke Ketua KPK hal tersebut harus ditanggapi serius oleh polisi.

Yang lebih menakutkan yakni yang terjadi di rumah Laode. Dua bom molotov yang ditemukan di halaman rumah Laode dilempar oleh dua orang tak dikenal yang berboncengan motor pada Rabu dini hari.

Hal itu terekam dalam kamera CCTV yang dipasang di rumah Laode. Satu bom meledak hingga membuat bekas di tembok rumah dan satu bom molotov lainnya masih utuh.

Presiden Joko Widodo pun langsung bereaksi terhadap upaya teror yang dilakukan orang-orang tak bertanggung jawab kepada pimpinan KPK. Jokowi instruksikan Kapolri untuk mengusut tuntas siapa prlaku dan motif serangan tersebut.

Tak cuma Presiden, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo juga meminta polisi mengusut tuntas dan menangkap pelaku teror bom kepada pimpinan KPK. Dia menyatakan jangan sampai ancaman teror bom menjadi modus menakuti KPK.

Baca: Timnas Indonesia U-22 Akan Melawan China dan Klub Liga 1, Tiga Striker Siap Hadapi Piala AFF 2019

Baca: Apa yang Harus Dilakukan agar Kandungan Sperma Normal dan Cepat Mendapat Keturunan?

Baca: 5 Artis Diduga Terlibat Prostitusi Online Berinisial AC, TP, BS, ML, dan RF, Polisi Blokir Rekening

Agar aksi ini tidak berimplikasi menjadi modus para pihak atau kelompok yang menakuti-nakuti baik para pejabat negara, penegak hukum dan masyarakat.

Pihak kepolisian merespon aksi ini dengan membentuk tim yang terdiri dari Densus 88, satuan Polda Metro Jaya, dan tim inafis Puslabfor untuk mengusut tuntas teror bom kepada pimpinan KPK.

Masyarakat berharap pelaku bisa segera terungkap secepat mungkin agar hal ini tidak berefek pada mengendornya semangat pemberantasan korupsi.(*)

Editor: deddy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved