Walikota Sy Fasha Sedih, Ada Pelaku Usaha, Larang Karyawannya Pakai Hijab. Ini Upaya Pemkot Jambi

"Perwal ini masih menjadi PR untuk kami khususnya di pemkot Jambi. Untuk sementara memang baru sebatas surat edaran," katanya.

Walikota Sy Fasha Sedih, Ada Pelaku Usaha, Larang Karyawannya Pakai Hijab. Ini Upaya Pemkot Jambi
Instagram/@laudyacynthiabella
Ilustrasi. Manfaat Hijab 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Walikota Jambi Syarif Fasha, sudah mengeluarkan surat edaran tentang pemakaian hijab dan busana muslimah. Surat edaran tersebut sudah diedarkan sejak Senin (7/1/2019) kepada seluruh pelaku usaha, sekolah dan lembaga pendikan, serta rumah sakit yang ada di Kota Jambi.

Menanggapi hal tersebut, Walikota Jambi Syarif Fasha mengatakan, setelah mengeluarkan surat edaran tersebut, pihaknya sudah mendata mana saja pelaku usaha, sekolah, dan rumah sakit yang masih melarang umat muslim untuk mengenakan hijab atau pakaian Muslimah.

"Ini sudah menjadi catatan sendiri untuk kami. Jadi, kami tinggal melihat, apakah ketiga tempat tersebut menindaklanjuti intruksi kami atau tidak," tegas Fasha.

Baca: Ratusan Personil Polresta Jambi, Diperiksa Bid Propam Polda, Ini Kata Kapolresta

Baca: Diduga Frustasi karena Penyakit Ini, Seorang Pegawai Dishub Gantung Diri di Tempat Kerjanya

Baca: Anaknya Disentil Tetangga hingga Trauma, Orang Tua Korban Lapor Polisi

Menurut Fasha, ini baru tahap intruksi dan edaran, agar antar umat beragama saling menghormati dan menghargai. Namun jika pelaku usaha, sekolah, dan rumah sakit masih melarang umat muslim untuk menggunakan hijab, maka pihaknya akan segera mengeluarkan peraturan walikota.

Dimana dalam peraturan walikota tersebut akan diberikan beberapa tahapan sanksi. Misalnya untuk sanksi awal akan diberi teguran setelah itu akan diberikan sanksi berupa sanksi administrasi, dan sanksi selanjutnya.

"Perwal ini masih menjadi PR untuk kami khususnya di pemkot Jambi. Untuk sementara memang baru sebatas surat edaran," katanya.

Nobby Hijab hadir di Kota Jambi untuk memenuhi kebutuhan fashion para hijabers. Toko terletak di kawasan Mayang
Nobby Hijab hadir di Kota Jambi untuk memenuhi kebutuhan fashion para hijabers. Toko terletak di kawasan Mayang (tribunjambi/fitri amalia)

Namun dirinya juga tidak menginginkan ada umat lain yang melarang umat muslim untuk menutup aurat saat bekerja. Misalnya saat bekerja pakai rok mini, setelah pulang kerja pakai jilbab lagi.

"Sedih kita melihatnya ditengah mayoritas umat muslim di kota Jambi," imbuhnya.

Abdullah Thaif, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi menilai, bahwa surat edaran sangat baik. Hanya saja surat tersebut kurang sedikit keras kepada para pelaku usaha. Karena hingga saat ini masih banyak sekali pelaku usaha yang melarang umat muslim untuk berpakaian muslimah.

"Dengan mayoritas Kota Jambi yang beragama Islama," katanya.

Baca: Ustaz Abdul Somad Doakan Kesembuhan Bagi Arifin Ilham, Alvin Faiz Ungkap Obrolan dengan Habib Rizieq

Baca: Serah Terima Tugas Pemimpin Perusahaan Tribun Jambi Erniwaty Kepada Arfiansyah

Dirinya menyarankan agar walikota membuat perwal atau edaran yang melarang siapa saja untuk tidak mengenakan pakaian seksi di depan umum. "Sehingga penekanannya tidak untuk pelaku usaha saja, melainkan kepada semua masyarakat yang berada di kota Jambi," ujarnya.

Selain itu, agar tidak ada lagi pelaku usaha yang melarang umat muslim menutup aurat. Sejak awal diberikan izin oleh DPMPTSP, sudah diberlakukan peraturan tersebut.

"Jadi kalau pelaku usaha mau dengan peraturan tersebut ya usahanya beridiri di kota Jambi, kalau tidak mau mengikuti aturan main, ya sudah dibiarkan saja," katanya. (*)

Baca: VIDEO: Detik-detik Wisnu Wardhana dengan Sengaja Tabrak dan Gilas Motor Petugas di Tengah Jalan

Baca: Dikabarkan Dekat dan Jadi Calon Istri Sule, Artis Cantik Naomi Zaskia Angkat Bicara Soal Kabar itu

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved