Ini Jawaban Pengamat, Soal Gubernur Fachrori Perlu Wakil atau Tidak

Ini menunjukkan selama masa jabatan keduanya tidak memiliki hubungan yang harmonis. Sedangkan mereka di dukung oleh masing-masing konstituen.

Ini Jawaban Pengamat, Soal Gubernur Fachrori Perlu Wakil atau Tidak
dok.Dori
Pengamat politik Dori Efendi PhD 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Andika Arnoldy

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sebentar lagi, Fachrori Umar bakal dilantik sebagai gubernur definitif. Setelah itu dia akan mencari wakil gubernur. Pertanyaannya, apakah Fachrori Umar butuh wakil gubernur untuk menjalankan roda pemerintahan yang tinggal dua tahun lagi?

Menurut pengamat politik Dori Efendi PhD, fenomena di Indonesia, khusus untuk gubernur dan wakil gubernur, selalu menimbulkan persoalan. Misalnya dalam persoalan kewenangan dan keharmonisan.

Baca: Walhi: Eksploitasi SDA di Provinsi Jambi, Masih jadi Andalan

Baca: Diminta Tanggapan Soal Kasus OTT di BKD, Bupati Masnah: Kalau Soal Itu No Coment

Dilihat dari tugas wakil gubernur dalam undang-undang nomor 23 tahun 2016, peran dan fungsi wagub adalah melakukan pengawasan di daerah kabupaten dan kota, bagi memastikan keberlangsungan pembangunan. Oleh itu, wagub sangat diperlukan oleh gubernur dalam memaksimalkan kinerja pemerintah provinsi.

Meski demikian, persoalan yang sering terjadi adalah wakil gubernur selalu tidak memiliki peran penting. Ini karena, posisi gunernur yang melakukan pemusatan kekuasaan sehingga pembagian kewenangan antara gubernur dan wakil gubernur selalu tidak seimbang. Contohnya, setiap pilkada seorang gebernur selalu menjadi rival kepada wakilnya.

Baca: Hanya Dalam 3 Hari, 3.500 Warga Dilumpuhkan oleh Ubur-Ubur, Sungguh Mengerikan

Baca: Kursi Wakil Gubernur Jambi - Nama Ratu Munawaroh, Ibu Tiri Zumi Zola hingga Hanura yang Ikut Ajukan

Ini menunjukkan selama masa jabatan keduanya tidak memiliki hubungan yang harmonis. Sedangkan mereka di dukung oleh masing-masing konstituen.

Sama halnya di Jambi, Fahrori juga merupakan wakil gubernur sebelumnya. Namun, di pilkada 2016, Fahrori dan Hasan Basri pecah kongsi.

"Ini merupakan bukti nyata bahwa ada ketidak harmonisan antara dua pimpinan. Saat ini, posisi wakil gubernur dalam keadaan kosong," ujar Dori Efendi PhD.

Baca: Ini Permintaan Terakhir Andriana, Siswi SMK yang Tewas Ditusuk di Bogor

Baca: Luna Maya Tersipu Malu Saat Bicara dengan Ariel NOAH, Lu Gak Kenal Gue Tabok

Dia menjelaskan merujuk kepada regulasi, kekosongan kekuasaan tersebut harus di isi secapatnya untuk memaksimalkan kinerja dan memajukan pembangunan di daerah. Akan tetapi, pemilihan wakil gubernur tersebut harus memiliki kesamaan pandangan terhadap gubernur sekarang.

"Hal ini untuk meminimalisir terjadinya konflik politik antar elit sehingga pembangunan di daerah dapat dilaksanakan dengan lebih baik dan maju," katanya. (*)

Penulis: andika
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved