Dua Remaja Penuh Tato Dihadirkan di Persidangan, Ternyata Ini Masalahnya

Sisa ganja itu kemudian mereka simpan di rumah Tony Alan. Beberapa hari kemudian, keduanya ditangkap anggota Polresta Jambi.

Dua Remaja Penuh Tato Dihadirkan di Persidangan, Ternyata Ini Masalahnya
tribunjambi/mahreza
Dua terdakwa perkara narkotika yang dipenuhi tato, menjalankan sidang di PN Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan AJ

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dua pria remaja penuh tato, dihadirkan di persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Kamis (10/1/2019).

Keduanya adalah Rudy Yudistira dan Syukri, terdakwa dalam perkara narkotika jenis ganja. Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim ketua Makaroda Hafat itu, jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi, Erwin Saut, membacakan dakwaan.

"Berawal dari komunikasi antara terdakwa Rudy Yudistira dengan Herman (DPO) yang merupakan teman terdakwa sesama komunitas anak punk melalui handphone. Selanjutnya, Herman menawarkan pekerjaan untuk mengambil dan menghantarkan ganja kepada terdakwa. Mendengar penawaran tersebut, terdakwa tertarik dan menyanggupi untuk melakukan pekerjaan tersebut," sebut Erwin, membacakan dakwaan.

Baca: Jambi Expo 2019, Lempar Balon dan Bola Pimpong, Dapat Hadiah di Stan Yamaha DDS Jambi

Baca: Istri Zumi Zola, Sherrin Tharia Unggah Foto Lawas Bersama Suami, Bicara Soal Kecemburuan

Baca: Hasil Sidak Para Asisten, Bupati Tak di Tempat, Disiplin Sejumlah ASN di Tanjabtim Menurun

Selanjutnya, Rudy berangkat dari Jambi menuju Bungo dengan menggunakan bus untuk menemui Syukri. Dari sana, mereka naik bus sampai di Bukittinggi, Sumatera Barat.

Setibanya di Bukittinggi, Herman kembali menghubungi Rudy untuk melanjutkan perjalanan hingga Mandailing Natal, Sumatra Utara.

Di sanalah, dia mengambil dua paket ganja dan uang Rp 500 ribu dari seorang yang tak dikenal. Tak lama, melintas bus menuju Jambi, dan keduanya menumpang bus itu.

Sampai di Jambi, keduanya menginap di rumah Tony Alan. Keduanya juga meminjam sepeda motor Tony Alan untuk mengantarkan paket ganja itu di Jalan Lingkar Barat.

Baca: Pegulat Wanita Priscilla Kelly Masukkan Tampon Berdarah Haid ke Mulut Lawannya, Aksinya Dikecam

Baca: Mucikari Vanessa Angel Ungkap Fakta Baru, Ternyata Artis VA yang Menawarkan Diri, Begini Caranya

Baca: Pria Boyolali Minta Kerok Sama Istri Orang, Pulang Disuruh Balik Lagi, Ini yang Kemudian Terjadi

"Bahwa setelah bertemu dengan seseorang di Lingkar Barat, terdakwa memberikan satu paket ukuran 1 kilogram, sedangkan satu paket ukuran 1 kilogram lainnya beserta uang Rp 2 juta diberikan kepada terdakwa sebagai imbalan membawa ganja dari Mandailing Natal," lanjut Erwin.

Sisa ganja itu kemudian mereka simpan di rumah Tony Alan. Beberapa hari kemudian, keduanya ditangkap anggota Polresta Jambi.

Dari keduanya, didapati barang bukti seikat batang ganja dengan berat bersih 46,75 gram, dan satu paket daun ganja kering dengan berat bersih 415,90 gram.

Baca: 2,5 Jam Prabowo-Sandi Konsultasi dengan SBY di Kuningan Timur, Kata Muzani Soal Debat

Baca: VIDEO: Mencekam! Kerusuhan di Rutan Surakarta Solo, Massa Berusaha Tembus Barikade

Dalam sidang yang akan datang, keduanya akan menjalani sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

"Memerintahkan terdakwa kembali ke tahanan dan tetap ditahan," Makaroda menutup sidang.(cre)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved