Pangkalan Gas LPG 3 Kg Bersubsidi di Kecamatan Muara Sabak Barat Ketahuan Nakal, Diproses Polisi

Satu pangkalan gas LPG 3 Kg bersubsidi di Kecamatan Muara Sabak Barat Tanjung Jabung Timur, terancam dicabut hak distribusinya oleh Pertamina

Pangkalan Gas LPG 3 Kg Bersubsidi di Kecamatan Muara Sabak Barat Ketahuan Nakal, Diproses Polisi
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI AZIS
Gas LPG subsidi dimasukkan ke dalam mobil 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Satu pangkalan gas LPG 3 Kg bersubsidi di Kecamatan Muara Sabak Barat Tanjung Jabung Timur, terancam dicabut hak distribusinya oleh Pertamina.

Pangakalan itu adalah Pangkalan Suharyadi yang beralamat di RT 04 Kelurahan Parit Culum Satu, Kelurahan Muara Sabak Barat.

Hal itu disebabkan, pangkalan itu tertangkap oleh Jajaran Polres Tanjabtim melakukan pelanggaran dengan menjual Gas LPG bersubsidi di luar wilayahnya, pada jumat 28/12/2018 lalu.

Pihak kepolisian telah melakukan penyelidikan atas kasus itu, ditemukan adanya pelanggaran administrasi yang dilakukan oleh Pangkalan dan tidak menemukan adanya pelanggaran Pidana di dalamnya.

Baca: Mantan Mucikari, Robby Abbas Blak-blakan Ungkap Kencan Artis, Banyak yang Minta Tolong Usia 18 Tahun

Baca: Ramalan Zodiak Besok Kamis 10 Januari 2019:Aries Lebih Dekat, Cancer dapat Kejutan

Baca: Pengantin di Palembang Nangis-nangis Sambil Minta Maaf, 1.000 Tamu Undangan Tak Diberi Makan

Kasat Reskrim Polres Tanjung Jabung Timur, AKP Indar Wahyu, saat di konfirmasi Tribunjambi.com rabu (9/1/2019) menyampaikan bahwa penanganan perkara pangkalan gas nakal tersebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk ditindak lanjuti.

Dijelaskan Kasat, pendistribusi gas bersubsidi ini telah diatur diberdasarkan Permen nomor 104 tahun 2007 dan Permen nomor 26 tahun 2009 tentang penyediaan dan pendistribusian gas 3 Kg.

Mengacu pada permen tersebut sanksinya sudah jelas, pangkalan gas yang nakal dapat diberikan sanksi pencabutan izin.

"Untuk perkara tersebut, kita sudah menyurati Disperindag, untuk melakukan pencabutan izin pangkalan," kata Indar.

Baca: Oknum Dosen Ini Cabuli Mahasiswi Diruangannya saat Serahkan Tugas Kuliah, Polisi Lakukan Pemeriksaan

Baca: Krisis Berdarah yang Paling Mengacaukan Malaysia Gara-gara Serbuan Milisi Sultan Termiskin di Dunia

Sementara itu, untuk barang gas LPG nya sendiri akan didistribusikan ke masyarakat melalui mekanisme Disperindag.

Halaman
12
Penulis: Zulkifli
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved