Bacakan Pledoi, Hendri Sastra: Sungguh Prihatin, Pedih, dan Trenyuh Hati Saya

Hendri Sastra akhirnya membacakan nota pembelaannya, Senin (7/1/2019). Hendri menceritakan ironi penetapannya

Bacakan Pledoi, Hendri Sastra: Sungguh Prihatin, Pedih, dan Trenyuh Hati Saya
tribunjambi/mareza sutan a j
Terdakwa perkara dugaan korupsi dalam pembangunan saluran air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Hendri Sastra akhirnya membacakan nota pembelaannya, Senin (7/1/2019). 

Bacakan Pledoi, Hendri Sastra: Sungguh Prihatin, Pedih, dan Trenyuh Hati Saya

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa perkara dugaan korupsi dalam pembangunan saluran air bersih (pipanisasi) di Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Hendri Sastra akhirnya membacakan nota pembelaannya, Senin (7/1/2019).

Dalam pledoi yang dia tulis, Hendri menceritakan ironi penetapannya sebagai tersangka sebelum menjalani persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor Jambi).

Dia mengaku merasa tertekan dalam mengerjakan proyek itu.

"Walau merasa tertekan, saya tetap berusaha berpikir positif."

Baca: Kasus Pemberian Sound System tak Dilanjutkan oleh Bawaslu, Ini jawabannya

Baca: Hingga Pesta Pernikahan Berakhir, 1.000 Porsi Makanan Katering Buat Tamu Undangan Tak Kunjung Datang

Baca: Lama Tidak Ada Kabar, Kondisi Terbaru Aktor Jet Li Benar-benar Mencengangkan

"Karena proyek ini memang dibutuhkan masyarakat, dan menyangkut loyalitas saya pada kebijakan pimpinan," kata dia.

Namun, persepsinya berubah ketika mengetahui pertengkaran di rumah seorang pejabat daerah pada September 2010.

"Konflik dan angka keuntungan (fee) fantastis yang saya dengar, sebesar total 40 persen, membuat hati saya ciut dan resah bercampur takut," lanjutnya.

Setelah itulah, dia yakin proyek pipanisasi itu akan bermasalah dalam hukum.

Halaman
123
Penulis: Mareza
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved