2018 Tanjabtim Keluarkan Tujuh Perda, Tahun Ini Pemkab Usulkan Perda tentang Alat Tangkap Ikan

Sementara itu, untuk tahun 2019 ini, Bagian hukum Setada Tanjabtim telah menerima enam usulan Ranperda dari sejumlah dinas.

2018 Tanjabtim Keluarkan Tujuh Perda, Tahun Ini Pemkab Usulkan Perda tentang Alat Tangkap Ikan
tribunjambi/zulkifli
Idris, Kabag Hukum Setda Tanjab Timur 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASBAK - Ditahun 2018 pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah mengusulkan sebanyak sembilan rancangan peraturan daerah (Ranperda), dan tujuh diantaranya telah disetujui oleh DPRD Tanjabtim untuk ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda).

Ketujuh Ranperda itu adalah tentang pembentukan produk hukum daerah, Ranperda tentang perubahan atas Perda RPJMD Tahun 2016, Ranperda pembinaan dan pemberdayaan Koperasi, Ranperda tentang pengolahan zakat, Peredaran tentang pemebranyasan penyalahgunaan dan perdaran Narkoba, Ranperda Tentang Pemberdayaan dan pengemabangan usaha kecil menengah, serta Perda tentang Pencegahan, Penanganan dan perlindungan korban perdagangan dan anak.

Baca: Bocah 8 Tahun Ini Berlatih 4 Jam Setiap Hari Karena Idolakan Bruce Lee, Ini Aksinya

Baca: Cantik Tapi Brutal, Ini Bukti Kehebatan Tentara Wanita Rusia Sampai Dijuluki Fatal Beauty

Baca: Polres Kerinci Ringkus Tiga Orang Penyalahgunaan Narkotika, Satu di Antaranya Mahasiswa

Sementara itu, dua usulan Ranperda yang ditunda untuk diajukan ke dewan untuk di bahas adalah Ranperda tentang perubahan status kelurahan menjadi desa, serta Ranperda tentang perubahan Rencana Tata Ruang Wilaya atau RTRW Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Idris saat di Temui Tribunjambi.com, Senin (7/1/2019) mengatakan, ketujuh produk hukum Ranperda yang telah disetujui dewan itu kini telah disampaikan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk mendapat evaluasi dan fasilitasi.

"Kita tinggal nunggu jadwal dari provinsi be lagi untuk evaluasi dan fasilitasi, baru kita dapat nomor register. Perda kita sudah ada nomor, baru bisa diberlakukan," bilang Idris.

Idris menambahkan, untuk dua Ranperda yang belum diajukan ke dewan untuk disetujui disebabkan masih ada beberapa unsur Ranperda tersebut yang belum terpenuhi. Misalnya Ranperda tentang perubahan status kelurahan menjadi desa, salah satu syaratnya belum terpenuhi yaitu penegasan batas wilayah.

"Tapi Ranperda ini tetap akan di lanjutkan tahun ini, untuk disahkan menjadi Perda," tegas Idris.

Sementara itu, untuk tahun 2019 ini, Bagian hukum Setada Tanjabtim telah menerima enam usulan Ranperda dari sejumlah dinas. Satu diantaranya dari Dinas Keluatan dan Perikanan, yaitu Perda tentang alat tangkap. (*)

Penulis: Zulkifli
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved