Halim Jadi Korban, Inilah Cara Agen Rahasia Israel Rekrut Orang Tanpa Disadari

Mossad menjebak Halim dengan cara mengamatinya ketika menunggu bus ke pabrik. Mereka juga mengirimkan agen wanita yang menyamar ...

Editor: Duanto AS
Net/Tribun Jambi
Perempuan anggota pasukan khusus Canadian Army. 

Mossad menjebak Halim dengan cara mengamatinya ketika menunggu bus ke pabrik. Mereka juga mengirimkan agen wanita yang menyamar sebagai penjual parfum. Tindakan demi tindakan dilakukan...

TRIBUNJAMBI.COM - Agen rahasia digunakan untuk praktik pengintaian, Agen mengumpulkan informasi yang dianggap rahasia tanpa mendapatkan izin dari pemilik yang sah dari informasi tersebut.

Ada beberapa agen rahasia negara-negara luar yang terkenal piawai, satu di antaranya dari Israel, Mossad.

Pola perekrutan agen rahasia negara-negara di dunia berbeda-beda, begitu juga pendidikannya. Sistem kerja agen pun dirahasiakan, tanpa diketahui orang lain.

Tentang Mossad:

  • Dibentuk: 13 Desember 1949 
  • Tugas: sebagai Institus Utama untuk Koordinasi
  • Markas: Tel Aviv, Israel
  • Pegawai: 1.200 (perkiraan)
  • Kepala dinas: Tamir Pardo, Direktur
  • Dinas induk: Perdana Menteri Israel

Ketika pada 1978 Israel berhasil mendeteksi bahwa Irak benar-benar ingin memproduksi bom nuklir berkat bantuan peralatan teknologi Prancis, Mossad diperintahkan untuk menggagalkan proyek itu.

Baca Juga:

 Raja Intel Peringatkan Soeharto, Malah Terima Pembalasan Dendam Beberapa Waktu Kemudian

 Identitas 3 Orang Selingkuhan Brigpol Dewi, dari Perwira hingga Napi di Lapas Digasak

 Mengapa Brigpol Dewi Bisa Dijebak Kirim Video Syur Durasi 11 Menit? AKBP Musa Blak-blakan

 Kenalan dengan Tasha Salsabila, MC Asian Games 2018 yang Jago Taekwondo

 Ngintip Isi Skripsi Dian Sastro yang Bikin Pening, Ternyata yang Bimbing Rocky Gerung

Mengingat Mossad menginginkan operasi yang dinamai Operation Sphinx itu segera membuahkan hasil, agen-agen Mossad pun segera dikirim ke negara Napoleon Bonaparte itu.

Targetnya adalah merekrut salah satu teknisi Irak yang bekerja di industri nuklir Prancis.

Setelah agen-agen Mossad bergabung dengan rekannya yang berada di pos Prancis, operasi rekrutmen pun digelar.

Sasaran yang kemudian ditemukan Mossad secara kebetulan adalah teknisi bernama Halim, insinyur fisika nuklir Irak.

Nama Halim, tempat kerja, dan kegiatannya sudah berhasil dimonitor oleh Mossad lewat penyelidikan secara rahasia di pabrik tempat Halim bekerja.

Mossad mulai menjebak Halim dengan cara mengamatinya ketika menunggu bus ke pabrik.

Mereka juga mengirimkan agen wanita yang menyamar sebagai penjual parfum dengan tujuan mengorek keterangan dari istri Halim, Samira, yang tinggal di sebuah apartemen.

Halim ternyata merupakan sasaran yang mudah bagi Mossad. Semua skenario tipu daya yang dilancarkan Mossad berjalan lancar. Dengan sogokan uang , makan enak, dan pelacur, informasi yang diperlukan Mossad dari Halim mengalir secara pasti.

Kidon, tim pembunuh agen rahasia Mossad
Kidon, tim pembunuh agen rahasia Mossad (spec ops magazine)

Pada tahap pertama, agen Mossad berhasil membuat Halim mengaku bahwa dirinya insinyur nuklir Irak yang ditugaskan ke Prancis untuk program produksi bom nuklir di Irak.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved