Kantor OPD di Muarojambi Bakal Berlakukan Absen Sidik Jari dan Wajah Tinggal Menunggu Perbup

Pelaksanaan absensi finger print dan absen wajah akan diberlakukan ketika Peraturan Bupati Muarojambi keluar.

Kantor OPD di Muarojambi Bakal Berlakukan Absen Sidik Jari dan Wajah Tinggal Menunggu Perbup
TRIBUNJAMBI/SAMSUL BAHRI
Satu diantara PNS di Pemkab Muarojambi melakukan absensi finger Print 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Samsul Bahri,

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pelaksanaan absensi finger print dan absen wajah akan diberlakukan ketika Peraturan Bupati Muarojambi keluar.

Hal ini disampaikan oleh Iwan, selaku Kepala Bidang E- goverment Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Muarojambi.

Ia mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan uji coba absensi tersebut pada Selasa (2/1/2019) kemarin.

Namun memang untuk penerapannya secara langsung, hingga saat ini masih menunggu adanya kepastian dari Peraturan Bupati.

"Iya di seluruh kantor OPD sekarang sudah dipasangi absen wajah dan sidik jari yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja dan kedisiplinan pegawai di Muarojambi. Tapi saat ini masih menunggu dari peraturan bupati,"ujarnya

Baca: Kasus Kecelakaan Meningkat Pada Tahun 2018, Ini Titik-titik Rawan Laka Lantas di Muarojambi

Baca: Tak Semua Korban Banjir di Tebo Kebagian Bantuan, Dari 300 Paket yang Diajukan Hanya Disetujui 100

Baca: Berkomplot Dengan Zumi Zola, Inilah Sosok 12 Orang Tersangka Baru Anggota DPRD Jambi Penerima Suap

Lebih lanjut Ia menjelaskan bahwa tidak hanya melalui deteksi wajah dan finger print, dalam memantau kedisiplinan ini, Pemerintah Kabupaten Muarojambi juga menyediakan CCTV. CCTV ini di pasang juga di semua OPD di lingkup pemerintahan Kabupaten Muarojambi.

"Jika ada kendala pada wajah atau tidak bisa mendeteksi wajah ASN, maka absen ini bisa digunakan dengan sidik jari pegawai tersebut. Selain itu juga di sediakan cctv untuk jaga absen,"sebutnya

Di tambahkan oleh Iwan, bahwa CCTV tersebut tidak hanya untuk mengawasi ASN, namun di lain sisi juga sebagai antisipasi untuk mengawasi atau menjaga alat dari absensi itu sendiri.

Hal ini untuk menjaga jika adanya oknum yang tidak bertanggung jawab yang ditakutkan akan merusak absen itu.

Sementara itu, soal kapan pastinya absen ini akan mulai diterapkan. Iwan mengatakan bahwa saat ini hanya tinggal menunggu peraturan bupati, jika aturan itu keluar maka otomatis penerapan absensi lama tidak berlaku lagi.

"Penerapannya tinggal nunggu perbub, jika perbup tersebut sudah dikeluarkan, maka absen tanda tangan yang selama ini digunakan tidak akan berlaku lagi di setiap opd,"pungkasnya.

Baca: Miris, Magang di Taiwan Ratusan Pelajar Indonesia Kerja Paksa, Disuguhi Makanan Mengandung Babi

Baca: Mbah Mijan Ramal Gisella Anastasia Setelah Bercerai, Ungkap tentang Kenakalan

Penulis: syamsul
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved