Pileg dan Pilpres 2019

Indra gunawan Ketua DPC Hanura Sarolangun Laporakan Dua Caleg Ini ke Bawaslu, Ini Alasannya

Partai Hanura Sarolangun resmi melaporkan dugaan pelanggaran administrasi pemilu 2019 oleh dua Caleg yang sudah terdaftar di DCT

Indra gunawan Ketua DPC Hanura Sarolangun Laporakan Dua Caleg Ini ke Bawaslu, Ini Alasannya
TRIBUNJAMBI/WAHYU HERLIYANTO
DPC Partai Hanura Sarolangun lapor ke Bawaslu Sarolangun 

Laporan wartawan Tribun Jambi, wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM. SAROLANGUN - Partai Hanura Sarolangun resmi melaporkan dugaan pelanggaran administrasi pemilu 2019.

Laporan tersebut diberikan oleh pihak pelapor (Indra gunawan) ketua DPC Hanura kepada Bawaslu Sarolangun.

Ia melaporkan pihak terlapor dua caleg yaitu Cik Marleni dan Mulyadi.

Keduanya dilaporkan karena diduga melanggar aturan administrasi pemilu 2019.

Laporan tersebut masuk tahap sidang pendahuluan, kamis (3/1/2019) dipimpin ketua majelis Edi martono didampingi anggota majelis Mudrika dan Johan Iswadi beserta staf.

Dalam sidang tersebut, para majelis memeriksa atas keterpenuhan syarat formil dan materil atas laporan pelapor (Indra gunawan) anggota DPR ketua DPC Hanura.

Baca: Pemkot Jambi Anggarkan Rp 8 Milyar Untuk Kelanjutan Pembangunan Danau Sipin, Bangun Venue Speed Boat

Baca: Tak Laporkan Harta Kekayaan, Rekomendasi KPK Satu Camat di Kota Sungaipenuh Dicopot Dari Jabatan

Edi martono selaku ketua majelis menanyakan kepada pihak pelapor terkait identitasnya sebagai pelapor yaitu Indra gunawan SE sebagai ketua DPC Hanura sarolangun dan sebagai caleg DPRD dapil 1 sarolangun tahun 2019.

"Saya melaporkan sebagai caleg anggota DPRD," kata Indra

Kemudian anggota majelis Mudrika menanyakan identitas terlapor 1 yaitu Cik marleni caleg DPRD partai Golkar dan partai sebelumnya Hanura. dan terlapor 2 yaitu Mulyadi, caleg DPRD partai PKB dan partai sebelumnya yaitu Hanura

Dugaan administrasi pemilu bahwa terlapor mencalonkan dirinya sebagai caleg dan lompat partai dari partai sebelumnya.

Bahwa kedua terlapor sudah ditetapkan DCT pada KPUD Sarolangun, akan tetapi para terlapor diduga masih aktif sebagai anggota DPRD menggunakan partai sebelumnya.

Berdasarkan laporan tersebut, pihak pelapor memohon kepada ketua majelis dan anggota mengambulkan dan menyatakan terlapor Cik marleni dan Mulyadi didiskualifikasi pada pemilu 2019.

"Besar harapan kami agar bisa memberikan putusan yang seadil-adilnya," kata Indra

Dengan begitu sidang pendahuluan selasai dan dilanjutkan Putusan pendahuluan pada hari jumat (4/1).

Baca: Reaksi Keras 5 Tokoh Setelah Ada Hoax 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos, SBY Disentil

Baca: Kasus Kecelakaan Meningkat Pada Tahun 2018, Ini Titik-titik Rawan Laka Lantas di Muarojambi

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved