Absen Pegawai Pengaruhi Tunjangan Perbaikan Penghasilan, Pemkab Tanjabtim Masih Pakai Tanda Tangan

Diberlakukannya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) kepada pegawai, menuntut pEMKAB tANJABTIM untuk memperbaiki sistem absensi

Absen Pegawai Pengaruhi Tunjangan Perbaikan Penghasilan, Pemkab Tanjabtim Masih Pakai Tanda Tangan
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI AZIS
Kepala BKPSDMD Tanjung Jabung Timur, Hadi Firdaus 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - Diberlakukannya Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) kepada pegawai, menuntut Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur untuk memperbaiki sistem absensi para pegawai.

Hal itu disebabkan, karena faktor absensi merupakan variabel penting dalam penentuan besaran nilai TPP setiap pegawai.

Saat ini, hampir semua kantor OPD di lingkup Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih menggunakan absensi manual atau tanda tangan.

Kedepan pemkab Tanjabtim melalui Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Daerah (BKPSDMD) mewacanakan akan kembali memberlakukan absensi pegawai menggunakan absensi elektronik atau finger print.

Kepala BKPSDMD Tanjung Jabung Timur, Hadi Firdaus, saat dikonfrimasi Tribunjambi.com pada kamsi (3/1) menyampaikan, pemkab Tanjabtim telah memberlakukan TPP sejak triwulan ke IV tahun 2018 lalu.

Baca: Pengumuman CPNS 2018 Kabupaten Tanjabtim, Link Peserta yang Diterima dan Tahapan Setelah Lulus

Baca: Tak Laporkan Harta Kekayaan, Rekomendasi KPK Satu Camat di Kota Sungaipenuh Dicopot Dari Jabatan

Baca: Reaksi Keras 5 Tokoh Setelah Ada Hoax 7 Kontainer Surat Suara Sudah Dicoblos, SBY Disentil

Besaran nilai TPPP masing-masing pegawai dipengaruhi berdasarkan kedisiplinan kehadiran dan kinerja pegawai.

Hadi melanjutkan, agar absensi para pegawai benar-bebar objektif dan tidak dipermainkan, pihaknya berwacana akan kembali menerapkan absesi elektronik atau finger print.

"Itu pasti, kita sedang mempelajari dan mengkomunikasikan, baik dengan Kominfo selaku penanggung jawab IT di sini maupun dengan pihak-pihak lain yang terkait, untuk mengembangkan absensi dengan IT ini. Dan kita perkirakan pada awal triwulan ini kita mulai prosesnya untuk mendapatkan absensi yang demikian," kata Hadi.

Baca: Kejahatan Ali Kalora Cs: Mutilasi & Penembakan, RI Disarankan Turunkan Unit Raider atau Kopassus

Baca: Info Loker PLN Untuk D3, D4 dan S1, Berakhir 4 Januari, Simak Syaratnya, Jangan Sampai Terlewat

"Karena ini berkaitan erat dengan TPP, saya pengen TPP itu dimana faktor absesi itu menjadi fariabel penting penentuan besaran TPP, itu betul-betul objektif," tambah Hadi.

Diakui Hadi, sebelumnya Pemkab Tanjabtim telah menerapkan absensi pegawai dengan finger print namun karena ada kendala teknis seperti kerusakan alat, hal itu tidak berjalan dengan baik.

"Nah ini akan kita siasati melalui dengan teknologi yang lain," jelas Hadi.

Untuk menarapkan itu, pihak BKPSDMD akan mempelajari ketersediaan anggaran yang ada, karena Pemkab Tanjabtim tahun ini tengah fokus untuk menerapkan sistem SKP Online. "

Itu coba kita pelajari, kita konsultasikan, sepanjang itu memungkinkan kita akan efesiensi menerapkan sistem absesi IT juga," pungkas Hadi.

Baca: Kasus Kecelakaan Meningkat Pada Tahun 2018, Ini Titik-titik Rawan Laka Lantas di Muarojambi

Baca: Orangtuanya Tengah Berkasus, Ini 5 Potret Sosok Anak Anjasmara & Dian Nitami, Cantik dan Gemesin

Penulis: Zulkifli
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved