Kelanjutan Kasus OTT Penerimaan CPNS Muarojambi, Kejari Sita Handphone & Laptop

"Selain itu barang yang kita sita dalam pemeriksaan ini, yaitu laptop dan Handphone milik Budi Saputra," terangnya.

Kelanjutan Kasus OTT Penerimaan CPNS Muarojambi, Kejari Sita Handphone & Laptop
tribunjambi/syamsul bahri
Kejari Muarojambi, Sunanto 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Satu unit handphone dan laptop pribadi milik Sekretaris Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Muarojambi, disita Kejaksaan Negeri (Kejari) Muarojambi.

Penyitaan tersebut, merupakan rentetan dalam penyidikan terhadap kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang melibatkan pegawai BKD Kabupaten Muarojambi, beberapa waktu lalu.

Kepala Kejari Muarojambi, Sunanto, Rabu (2/1/2019) mengatakan, sudah ada empat orang yang di mintai untuk memberikan keterangan dalam kasus OTT tersebut.

Baca: Kelulusan CPNS Muarojambi Belum di Umumkan, Ini Tanggapan BKD

Baca: 2 Wisatawan Nyaris Jadi Korban Keganasan Ombak Parangtritis, Tim SAR Berjibaku Menyelamatkan

Baca: Waspadai KK Palsu, Jangan Tergoda Bujuk Rayu Calo yang Bisa Urus Rp 300 Ribu

Tersangka OTT Penerimaan CPNS Muarojambi
Tersangka OTT Penerimaan CPNS Muarojambi (tribunjambi/syamsul bahri)

Sebelumnya diwartakan, pegawai BKD Kabupaten Muarojambi, Muhammad Yusuf ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Muarojambi dalam kasus OTT yang berkaitan dengan penerimaan CPNS.

"Yang sudah di periksa untuk dimintai keterangan sampai saat ini itu sudah ada empat orang, ini dalam kasus OTT kemarin ya," ujarnya.

Adapun empat orang tersebut dipaparkan oleh Sunanto yaitu Kepala BKD, Suryadin, Sekretaris BKD, Budi Saputra, Panitia CPNS, Febrian dan Korban.

Dikatakan oleh Sunanto bahwa saat ini pihaknya masih melanjutkan pemeriksaan terhadap Sekretaris BKD dan juga Panitia CPNS.

"Selain itu barang yang kita sita dalam pemeriksaan ini, yaitu laptop dan Handphone milik Budi Saputra," terangnya.

Dengan demikian saat ini, Kejari Muarojambi dalam kasus OTT ini sudah menyita beberapa barang mulai dari pengeledahan di Kantor BKD hingga pada saat pemeriksaan yakni mulai dari handphone hingga berkas-berkas. Termasuk sertifikat tanah yang didapatkan dari hasil pengeledahan di rumah tersangka.

"Jadi yang sudah kita sita ada dua unit handphone, dua sertifikat tanah yang langsung berhubungan dengan perkara ini plus beberapa dokumen maupun keterangan lain yang akan kita gali untuk pembuktian perkara ini," jelasnya.

Sementara itu, ditambahkan oleh Sunanto bahwa sertifikat tanah tersebut menurut keterangan dari tersangka digunakan sebagai jaminan oleh korban jika nantinya lulus CPNS.

Saat ditanya apakah kemungkinan nantinya pemilik dari sertifikat itu akan di mintai keterangan juga, Sunanto katakan iya.

"Iya nanti kita undang dalam beberapa hari kedepan untuk meyakinkan, untuk membuktikan dua sertifikat itu untuk kepentingan yang mana," terangnya.(*)

Penulis: syamsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved