TNI-Polri Kuasai Markas KNPB Timika Papua, Senjata Rakitan Hingga Bom Diamankan TNI

Markas KNPB Timika itu kini dijadikan sebagai pos gabungan TNI-Polri setelah dikuasai.

TNI-Polri Kuasai Markas KNPB Timika Papua, Senjata Rakitan Hingga Bom Diamankan TNI
Dok. Istimewa
Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto saat memberikan arahan kepada simpatisan KNPB, Senin (31/12/2018)(Dok. Istimewa) 

TNI-Polri Kuasai Markas KNPB Timika Papua, Senjata Rakitan Hingga Bom Diamankan TNI

TRIBUNJAMBI.COM - Tim gabungan TNI-Polri di Mimika, Papua berhasil mengambil alih markas Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Timika yang terletak di Jalan Sosial, Distrik Mimika Baru, Senin (31/12/2018).

Dilansir dari Kompas.com, TNI-Polri melakukan hal ini lantaran markas KNPB Timika disinyalir sebagai tempat kegiatan yang bertentangan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Markas KNPB Timika itu kini dijadikan sebagai pos gabungan TNI-Polri.
Operasi ini berlangsung sekitar pukul 08.30 WIT. Di mana pagi itu ada sekitar 30 simpatisan KNPB akan menggelar kegiatan.

Baca: Kisah Sukses Youtuber, Ria Ricis Bisa Beli Rumah Mewah, Ungkap Cara Terima Duit dari Youtube

Baca: Lengser dari Kursi Presiden, Begini Kehidupan Soeharto, Paspampres Bongkar Sisi Lain Pak Harto

Baca: Peserta CPNS yang Lolos 2018 Curhat ke Ustaz Yusuf Mansur Soal Kisahnya, Berbagi Tips Lulus

Baca: Malam Tahun Baru Polda Jambi dan Korem 042/Gapu Doa Bersama dan Shalat Ghaib Untuk Korban Bencana

Tim gabungan TNI-Polri yang tiba di markas KNPB kemudian bernegosiasi dengan massa dan meminta agar seluruh atribut KNPB dilepaskan.

Massa sempat menolak, namun akhirnya seluruh atibut KNPB tersebut dapat disita aparat.

Kapolres Mimika AKBP Agung Marlianto di hadapan simpatisan KNPB mengatakan, sebelumnya pihaknya menerima surat berkaitan dengan kegiatan melawan NKRI.

"Ada surat yang masuk ke kami bahwa ada kegiatan yang melawan terhadap eksistensi NKRI," kata Agung.
Agung menyampaikan, bila ingin membangun Papua jangan dengan cara memisahkan diri dari NKRI.

Tetapi harus bersama-sama dengan semua pihak di dalam bingkai NKRI.
"Ayo kita bersama-sama bergandeng tangan untuk bisa mendapat tempat yang mulia, tidak dengan cara melawan apalagi menyalahkan pihak-pihak tertentu," ujar Agung.

Menurut dia, anggota TNI dan Polri yang bertugas di Papua banyak meninggalkan keluarganya demi menjaga persatuan dan kesatuan, karena di beberapa daerah di Papua terjadi pertumpahan darah dan perang suku.

Halaman
123
Editor: hendri dede
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved