VIDEO: Letusan Dahsyat Gunung Anak Krakatau Dua Bulan Sebelum Tsunami Selat Sunda

Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat tajam jelang pergantian tahun.

TRIBUNJAMBI.COM, PANDEGLANG - Aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat tajam jelang pergantian tahun.

Mulai memperlihatkan aktivitasnya sejak Juni 2018, erupsi Gunung Anak Krakatau ditengarai jadi pemicu tsunami di Selat Sunda, Sabtu (22/12/2018) lalu.

Runtuhnya tubuh Gunung Anak Krakatau disebut jadi pemicu tsunami di Selat Sunda.

Menurut analisa dari citra satelit, diketahui dua per tiga tubuh Gunung Anak Krakatau runtuh.

Letusan pada hari itu membuat lereng sisi barat daya longsor dan masuk ke laut, menimbulkan gelombang tsunami di Selat Sunda.

Sebelum letusan tersebut, letusan-letusan lain sepanjang 2018 banyak terjadi.

Di antaranya seperti yang direkam oleh volcanodiscovery seperti yang mereka unggah di situs Youtube.

Letusan itu terjadi 17 Oktober 2018, dua bulan sebelum tsunami di Selat Sunda menghantam.

Usai tsunami di Selat Sunda, Gunung Anak Krakatau disebut masih aktif dan berpotensi membangkitkan tsunami.

Meskipun secara fisik, Gunung Anak Krakatau tingginya berkurang karena mengalami longsor setelah erupsi.

Halaman
123
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved