Penjual Jagung dan Terompet Mengeluh Rugi, Karena Bupati Bungo Larang Perayaan Tahun Baru?

"Rugi kami dik, modal minjam. Kami ni cuma cari duit untuk makan dan bayar sewa rumah, masa dak boleh," terang Erna.

Penjual Jagung dan Terompet Mengeluh Rugi, Karena Bupati Bungo Larang Perayaan Tahun Baru?
Tribunjambi/jaka HB
Taman Pusparagam Muara Bungo tetap ramai dengan warga yang merayakan pergantian tahun baru. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Beberapa penjual jagung di jalan lintas dari Air Gemuruh, Tanjung Menanti dan Kampung Lereng mengeluh. Mereka mengaku dagangannya tidak laku.

"Biasanya jam 5 ini sudah habis. Bisa jemput berulang kali berkarung-karung," kata salah satu pedagang yang enggan menyebut namanya.

"Misalnya bawa barang trip pertamo 3 karung, kalau habis jemput lagi. Trip keduo bawa 3 karung lagi," katanya.

Erna, pedagang terompet di Pasar Bawah, Bungo mengatakan, pergantian tahun baru kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya.

"Dulu, H-1, dari hasil penjualan sudah bisa dapat ratusan ribu bahkan jutaan," katanya.

"Sekarang ni sulit nampaknyo, kami nunggu dari pagi sampai sore, satu pembeli pun idak ado yang datang," kata Erna.

Ia mengaku tidak tahu apa yang membuat dagangannya sepi. Tapi ia menduga, itu dikarenakan himbauan Bupati Bungo yang melarang merayakan pergantian tahun baru.

"Rugi kami dik, modal minjam. Kami ni cuma cari duit untuk makan dan bayar sewa rumah, masa dak boleh," terang Erna.

Baca: Sambut Tahun Baru 2019, Pemuda Tahtul Yaman Meriahkan dengan Lomba MTQ

Baca: Tampil Kocak, Wak Kocai Buat Heboh Perayaan Tahun Baru di Tugu Keris Siginjai

Baca: 25 Orang Tewas Akibat Kecelakaan Lalu Lintas di Kota Jambi

Baca: Ifan Seventeen Tak Kuat Lama di Atas Panggung, Langsung Turun Setelah Lima Menit, Ini Alasannya

Hal yang sama juga dikatakan Silvia, pedagang kembang api di tempat lain.  Sepinya pembeli kembang api sangat berdampak pada perputaran modal dagangannya.

"Tadinyo berharap ado pemasukan bang, tahunyo sepi. Kadang sayo berharap hasil dari penjualan bisa menutupi kebutuhan lain. Tapi sekarang meleset, macam manolah lagi," ungkap Silvia.

Harga terompetnya beragam. Mulai Rp15-25 ribu sampai 25 ribu. Sedangkan kembang api dari harga puluhan hingga ratusan ribu.

Meski banyak pedagang mengeluh sepi, Taman Pusparagam Muara Bungo tetap ramai dengan warga yang merayakan pergantian tahun baru.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved