Presiden Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Minta Harga Beras Diturunkan, Ini Penyebabnya

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri ke istana negara,

Presiden Panggil Sejumlah Menteri ke Istana, Minta Harga Beras Diturunkan, Ini Penyebabnya
Ilustrasi --Tim Satgas Pangan Polda Jambi, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke gudang produksi beras di Jambi, Rabu (27/9). 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil sejumlah menteri ke istana negara, Kamis (27/12) sore. Salah satu topik yang dibahas dalam rapat adalah kenaikan harga beras saat ini.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, satu di antara menteri yang menghadiri rapat tersebut mengatakan, Presiden Jokowi menginginkan harga beras turun kembali seperti semula.

Pasalnya, harga beras sedikit mengalami kenaikan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca: Penjambret Nenek 70 Tahun yang Viral di Medsos, Sembunyi di Plafon

"Presiden mengecek, kok saya dengarnya harga beras naik. Ya sudah kita mau menurunkan itu. Harga beras naik sedikit bulan ini. Kalau beras medium sepertinya naik 0,4 persen, itu sedikit, artinya naik Rp 45 dalam sekilo. Yang premium malah naiknya hanya 0,04 persen. Jadi, kesimpulannya ya memang naik tapi kecil," ujar Darmin, Kamis (27/12).

Untuk menstabilkan harga, Jokowi pun meminta agar volume operasi pasar ditingkatkan. Darmin mengatakan, dengan menambah jumlah besar ke pasar, maka harga beras akan bisa ditekan.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 di Batanghari, Rifai Pastikan Tak Ada Suap

Baca: RPJMD Tanjab Barat Fokus Tanggulangi Kemiskinan, Patok Angka 10,25 Persen

Baca: Menteri Puan Maharani Mengajak Milenial Untuk Konsumsi Jamu

Apalagi, rata-rata beras yang digelontorkan Bulog dalam operasi pasar hanya 2.400 ton per harinya.

Melihat stok beras Bulog yang hampir mencapai 3 juta ton saat ini, Darmin mengatakan, menggelontorkan beras 6.000 hingga 15.000 ton per hari bukanlah sebuah masalah bagi Bulog.

Darmin mengakui, rendahnya serapan beras oleh masyarakat bukan dikarenakan kualitas beras Bulog yang buruk.

Menurutnya, hal ini dikarenakan masyarakat memiliki preferensi beras tersendiri. "Orang memang punya preferensi merek, nah bagaimana penetrasi ke sana, itu tidak mudah," ujar Darmin.

Baca: 12 Relawan PMI Jambi Berangkat Bantu Korban Tsunami, Ini Tugas Mereka di Banten dan Lampung

Baca: Mahasiswa Demo Minimarket, Tuding Sudah Matikan Usaha Kecil, Segel Paksa Dilakukan

Dia pun menambahkan, bila situasi beras masih mencukupi, maka serapan beras oleh masyarakat melalui Operasi Pasar ini hanya sekitar 3.000 - 5.000 ton per hari. "Kalau situasi lagi kalut itu bisa 15.000 ton per hari," kata Darmin. (kontan)

Editor: ridwan
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved