20 Penyelundup Baby Lobster di Jambi Dituntut Denda Rp 1 Miliar

JPU Kejari Jambi menuntut 20 terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan kurungan.

20 Penyelundup Baby Lobster di Jambi Dituntut Denda Rp 1 Miliar
Tribunjambi/Mareza
20 terdakwa penyelundupan 100 ribuan baby lobster menjalani sidang di Pengadilan Negeri Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (JPU Kejari) Jambi akhirnya membacakan tuntutannya pada 20 terdakwa penyelundupan 100 ribu baby lobster.

Sidang tuntutan tersebut digelar di Pengadilan Negeri Jambi dan dipimpin oleh ketua majelis hakim Edi Pramono.

Adapun ke-20 terdakwa tersebut yakni, Agus Sunaryo, Suhendra, Junaidi, Robby Rosya Amir, Sudirman, Bayu Firmansyah, Muhammad Thahir, Arief Fadly, Agus Afandi, Novrieza Ariansyah, Nanang Hermawan, Imam Susanto, Mardi Apriyanto, Hendra Saputra, Van Anggi, Mustamar, Erik Irawan, Kader Tirta Yasa, Mardi Apriyatno, dan Yoswa.

Baca: Penerimaan CPNS 2018 di Batanghari, Rifai Pastikan Tak Ada Suap

Baca: RPJMD Tanjab Barat Fokus Tanggulangi Kemiskinan, Patok Angka 10,25 Persen

Baca: KPK Mulai Dalami Pelaku Lain di Jambi, Pengembangan Kasus OTT dan Gratifikasi

Baca: Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Balai Semurup Akan Disidang Kamis Depan

Baca: 12 Relawan PMI Jambi Berangkat Bantu Korban Tsunami, Ini Tugas Mereka di Banten dan Lampung

Dalam sidang JPU Kejari Jambi menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider 1 bulan kurungan.

"Menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama satu tahun. Menjatuhkan pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 1 miliar, subsider satu bulan," kata JPU Kejari, Rendi Winata membacakan tuntutan.

Mereka dijerat sebagaimana pasal 88 Jo pasal 16 ayat (1) Jo pasal 106 Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan dan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia nomor 31 tahun 2004 tentang perikanan Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo pasal 64 ayat (1) KUHP Jo pasal 53 KUHP.

Atas tuntutan tersebut, para terdakwa memohon keringanan hukuman pada majelis hakim.

"Untuk putusan, sidang akan kembali digelar pada hari Kamis, tanggal 3 Januari 2019," ketua majelis hakim, Edi Pramono mengumumkan.

Baca: Soal Konflik PAN, Ini Kata Pengamat Politik Jambi

Baca: OTT Pegawai BKD Muarojambi-YS Minta Rp 100 Juta Jika Ingin Lulus CPNS

Baca: Penerimaan CPNS, Eni: Bodoh Kalau Ada yang Percaya Calo‎

Baca: Romi: Jangan Gara-gara Pilpres Hubungan Kita Pecah, Ingat Kita Saudara

Baca: BREAKING NEWS: Pintu Ruang Sekban BKD Muarojambi Didobrak Tiga Kali

Diberitakan sebelumnya, 20 terdakwa ini ditangkap tim gabungan Bareskrim Polri, Polda Jambi, Polresta Jambi, dan BKIPM Jambi Jumat (9/11/2018) dan Sabtu (10/11/2018). Pada tangkapan pertama di Jalan Bintan, RT 29, Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, tim gabungan menahan sembilan orang dengan barang bukti sekitar 56306 ekor baby lobster.

Selanjutnya, pada tangkapan kedua, di kompleks Perumahan Cina Blok D-21 Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, tim gabungan menahan 10 orang dengan barang bukti sekitar 45 ribu baby lobster jenis pasir dan mutiara. Sementara itu, satu terdakwa lain ditangkap di Lampung.

Mereka digerebek terkait dugaan tindak pidana mengeluarkan, mengadakan, dan mengedarkan benih lobster (baby lobster, red) yang dilarang dari wilayah pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPPRI).
Benih lobster itu diterima dari Jawa Barat dan selanjutnya akan dikirim ke Singapura.

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved